
Ilustrasi permainan masa kecil. (Freepik).
JawaPos.com - Ada keajaiban tersendiri dalam permainan masa kecil — permainan yang bisa mengubah halaman rumah, gang sempit, atau jalanan kosong menjadi arena imajinasi tanpa batas.
Dulu, cukup dengan kapur, bola, atau bahkan sekadar keberanian, anak-anak bisa bermain seharian penuh dengan riang.
Di masa itu, teknologi belum seakrab sekarang. Permainan sederhana lebih dari cukup untuk menghadirkan keceriaan.
Tanpa disadari, di balik keseruan itu, banyak pelajaran hidup yang tersembunyi, mulai dari kebersamaan, ketahanan mental, empati, hingga kemampuan memecahkan masalah.
Kini, ketika anak-anak lebih akrab dengan layar ponsel atau tablet, rasanya nostalgia akan permainan lama itu kembali hadir.
Tak sekadar hiburan, permainan-permainan ini sebenarnya menyimpan nilai penting yang membentuk karakter sejak dini.
Dilansir dari Geediting pada Jumat (18/4), berikut delapan permainan masa kecil yang perlahan mulai terlupakan, tetapi ternyata menyimpan makna lebih dalam daripada yang disadari.
1. Red Rover
Permainan Red Rover dulu jadi favorit saat jam istirahat sekolah atau sore di halaman rumah. Anak-anak membentuk dua barisan, saling bergandengan tangan, lalu memanggil satu pemain lawan untuk berlari menerobos barisan tersebut.
Sekilas, permainan ini menguji kekuatan fisik. Namun, lebih dari itu, Red Rover mengajarkan pentingnya kekompakan. Semakin erat barisan, semakin sulit lawan menerobos. Permainan ini menunjukkan bahwa kekuatan bersama jauh lebih besar dibandingkan kekuatan individu.
Selain itu, permainan ini melatih kemampuan membaca situasi. Anak-anak harus mampu memperkirakan titik lemah di barisan lawan, sekaligus berkomunikasi tanpa kata agar bisa memperkuat posisi. Nilai kebersamaan dan strategi kolektif yang terlatih di sini masih relevan hingga kini.
2. Engklek
Engklek atau hopscotch hanya membutuhkan sebidang tanah, sepotong kapur, dan sebuah batu kecil. Meski terlihat sederhana, permainan ini mengasah banyak hal. Anak-anak harus melempar batu tepat sasaran, lalu melompat dengan keseimbangan tanpa menginjak garis.
Setiap kali gagal, ada kesempatan untuk mencoba lagi. Permainan ini mengajarkan ketelitian, kesabaran, dan ketekunan. Selain itu, engklek melatih kemampuan mengambil keputusan cepat saat melempar batu dan memilih pijakan yang aman.
Bukan sekadar permainan, engklek sebenarnya memberi pelajaran bahwa dalam hidup, kegagalan adalah hal wajar, selama ada kemauan untuk terus mencoba dan memperbaiki diri.
3. Kelereng
Kelereng mampu mengubah tanah lapang menjadi arena adu ketangkasan. Lingkaran digambar di tanah, lalu kelereng diletakkan di dalamnya. Pemain bergantian menembakkan kelereng besar (gacoan) untuk mengeluarkan kelereng lawan dari lingkaran.
Permainan ini melatih koordinasi tangan dan mata, serta strategi. Anak-anak belajar menghitung risiko, menimbang kapan harus bermain aman atau mengambil peluang besar. Sebuah keputusan salah bisa membuat gacoan keluar dari lingkaran.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
