
Ilustrasi seseorang yang tidak akur dengan saudara kandungnya. (Freepik)
JawaPos.com - Hubungan antara saudara kandung tak selamanya berjalan harmonis. Ada kalanya seseorang merasa sulit akur atau bahkan tidak menyukai saudara kandungnya sendiri.
Jika kondisi ini terjadi terus-menerus, bisa jadi ada pengalaman masa kecil yang meninggalkan pengaruh cukup besar.
Perasaan tidak nyaman terhadap saudara kandung sering kali bukan sekadar persaingan biasa.
Bukan pula hanya soal rebutan remote televisi atau bagian kue yang paling besar. Kondisi ini bisa berkaitan dengan pengalaman mendalam sejak kecil yang membentuk pola hubungan di kemudian hari.
Memahami penyebabnya bukan berarti menyalahkan masa lalu. Justru dengan menyadari apa yang pernah terjadi, seseorang bisa memahami akar permasalahan yang memengaruhi hubungan saat ini.
Dilansir dari Geediting pada Jumat (18/4), berikut beberapa pengalaman masa kecil yang kerap dialami mereka yang tidak akur dengan saudara kandungnya.
1. Tumbuh di Lingkungan yang Kompetitif
Banyak orang yang merasa hidupnya seperti terus berlomba tanpa pernah mencapai garis akhir. Situasi ini terjadi karena sejak kecil terbiasa hidup dalam lingkungan yang sangat kompetitif. Segala hal diubah menjadi ajang bersaing, mulai dari nilai sekolah hingga urusan sepele seperti porsi makanan.
Persaingan yang terlalu ketat justru menciptakan ketegangan, bukan kedekatan. Bukannya saling mendukung, hubungan antar saudara kandung malah dipenuhi rasa iri dan persaingan tidak sehat. Tak heran bila hubungan semacam ini terasa renggang hingga dewasa.
2. Merasa Tidak Diperhatikan atau Selalu Tertutupi
Beberapa anak merasa seolah menjadi penonton dalam keluarganya sendiri. Saat saudara kandung lain mendapat pujian atas prestasi akademik atau bakat tertentu, dirinya seakan tak terlihat. Situasi ini membuat seseorang merasa berada di balik bayang-bayang saudara yang lebih menonjol.
Perasaan tersebut bisa menimbulkan rasa tidak cukup berharga. Dampaknya, muncul kecemburuan dan ketidaknyamanan yang terbawa hingga dewasa. Jika kondisi ini dibiarkan, hubungan antar saudara kandung akan semakin sulit dipulihkan.
3. Tidak Pernah Belajar Menyelesaikan Konflik
Cara sebuah keluarga menghadapi konflik ternyata sangat berpengaruh terhadap hubungan antar anggota di dalamnya. Beberapa keluarga memilih menghindari konflik dan membiarkannya berlalu begitu saja tanpa penyelesaian. Padahal, masalah yang tak pernah dibicarakan bisa menumpuk dan berubah menjadi dendam.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
