Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 April 2025 | 18.26 WIB

Orang yang Tidak Akur dengan Saudara Kandungnya Biasanya Pernah Mengalami 8 Hal Ini Saat Kecil

Ilustrasi seseorang yang tidak akur dengan saudara kandungnya. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang tidak akur dengan saudara kandungnya. (Freepik)


JawaPos.com - Hubungan antara saudara kandung tak selamanya berjalan harmonis. Ada kalanya seseorang merasa sulit akur atau bahkan tidak menyukai saudara kandungnya sendiri.

Jika kondisi ini terjadi terus-menerus, bisa jadi ada pengalaman masa kecil yang meninggalkan pengaruh cukup besar.

Perasaan tidak nyaman terhadap saudara kandung sering kali bukan sekadar persaingan biasa.

Bukan pula hanya soal rebutan remote televisi atau bagian kue yang paling besar. Kondisi ini bisa berkaitan dengan pengalaman mendalam sejak kecil yang membentuk pola hubungan di kemudian hari.

Memahami penyebabnya bukan berarti menyalahkan masa lalu. Justru dengan menyadari apa yang pernah terjadi, seseorang bisa memahami akar permasalahan yang memengaruhi hubungan saat ini. 

Dilansir dari Geediting pada Jumat (18/4), berikut beberapa pengalaman masa kecil yang kerap dialami mereka yang tidak akur dengan saudara kandungnya.

1. Tumbuh di Lingkungan yang Kompetitif

Banyak orang yang merasa hidupnya seperti terus berlomba tanpa pernah mencapai garis akhir. Situasi ini terjadi karena sejak kecil terbiasa hidup dalam lingkungan yang sangat kompetitif. Segala hal diubah menjadi ajang bersaing, mulai dari nilai sekolah hingga urusan sepele seperti porsi makanan.

Persaingan yang terlalu ketat justru menciptakan ketegangan, bukan kedekatan. Bukannya saling mendukung, hubungan antar saudara kandung malah dipenuhi rasa iri dan persaingan tidak sehat. Tak heran bila hubungan semacam ini terasa renggang hingga dewasa.

2. Merasa Tidak Diperhatikan atau Selalu Tertutupi

Beberapa anak merasa seolah menjadi penonton dalam keluarganya sendiri. Saat saudara kandung lain mendapat pujian atas prestasi akademik atau bakat tertentu, dirinya seakan tak terlihat. Situasi ini membuat seseorang merasa berada di balik bayang-bayang saudara yang lebih menonjol.

Perasaan tersebut bisa menimbulkan rasa tidak cukup berharga. Dampaknya, muncul kecemburuan dan ketidaknyamanan yang terbawa hingga dewasa. Jika kondisi ini dibiarkan, hubungan antar saudara kandung akan semakin sulit dipulihkan.

3. Tidak Pernah Belajar Menyelesaikan Konflik

Cara sebuah keluarga menghadapi konflik ternyata sangat berpengaruh terhadap hubungan antar anggota di dalamnya. Beberapa keluarga memilih menghindari konflik dan membiarkannya berlalu begitu saja tanpa penyelesaian. Padahal, masalah yang tak pernah dibicarakan bisa menumpuk dan berubah menjadi dendam.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore