Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 April 2025 | 23.11 WIB

Orang yang Selalu Bercanda dan Jarang Serius Biasanya Punya 7 Pengalaman Ini saat Tumbuh Dewasa Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang selalu bercanda dan jarang serius (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Setiap kelompok pertemanan hampir pasti punya satu orang yang selalu bisa bikin suasana jadi cair.

Ia dikenal sebagai si tukang bercanda - entah lewat lelucon, sindiran lucu, atau ekspresi kocak yang seolah tak pernah habis. 

Tapi, di balik tawa yang sering mereka tebar, ada kisah yang tidak selalu ceria. 

Menurut psikologi, orang-orang yang selalu bercanda dan jarang terlihat serius justru sering kali memiliki pengalaman masa tumbuh dewasa yang cukup kompleks.

Dilansir dari Geediting pada Selasa (15/4), terdapat tujuh pengalaman umum yang sering dialami oleh orang dengan kepribadian seperti ini menurut kajian psikologi.

Banyak orang yang cenderung humoris tumbuh di lingkungan di mana menunjukkan emosi bukanlah sesuatu yang didukung. 

Saat menangis dianggap lemah atau berbicara tentang perasaan justru membuat tidak nyaman, mereka belajar menggantinya dengan tawa. 

Menurut psikologi perkembangan, ini dikenal sebagai mekanisme pertahanan emosi, di mana seseorang menggunakan humor sebagai cara untuk menghindari rasa sakit atau kerentanan.

2. Tumbuh di Lingkungan yang Tidak Stabil atau Penuh Tekanan

Beberapa orang yang dewasa menjadi "badut" dalam pergaulan, dulunya hidup di rumah yang penuh tekanan - entah karena konflik orang tua, ketidakpastian ekonomi, atau pengalaman traumatis. 

Di situasi seperti itu, humor menjadi pelarian yang aman. 

Dengan membuat orang lain tertawa, mereka bisa mengalihkan perhatian dari kenyataan pahit yang mereka alami sehari-hari.

3. Kurangnya Validasi Emosional dari Orang Terdekat

Validasi emosi adalah kebutuhan dasar anak. 

Ketika seorang anak merasa sedih, takut, atau bingung, ia membutuhkan sosok dewasa yang bisa mengatakan, "Perasaanmu wajar, aku mengerti." 

Namun, banyak yang justru mendapat respons seperti, "Jangan lebay," atau "Ah, gitu aja nangis."

Akibatnya, mereka belajar menyamarkan perasaan lewat tawa atau candaan, karena itu satu-satunya bentuk "komunikasi" yang diterima dengan baik oleh lingkungan mereka.

4. Mengembangkan Humor Sebagai Mekanisme Sosial

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore