Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 April 2025 | 21.38 WIB

Alasan Seseorang Selalu Salah PIlih Pasangan, Bukan Bodoh Melainkan Pernah Mengalami Hal Ini

Alasan Seseorang Selalu Salah PIlih Pasangan (Pexels) - Image

Alasan Seseorang Selalu Salah PIlih Pasangan (Pexels)

JawaPos.com – Ada alasan mengapa seseorang selalu salah pilih pasangan. Meskipun dia sadar betul pasangan di masa lalu tidak baik, tapi pada akhirnya dia akan berakhir memilih orang sosok dengan tipe serupa.

Apakah ini artinya seseorang terlalu bodoh untuk belajar dari pengalaman pahit yang pernah terjadi? Jawabannya tidak sesederhana itu.

Dokter Jiemi Ardian spesialis kedokteran jiwa sekaligus trauma therapist dan psikiater lantas menjelaskan dari sudut pandang trauma.

Terbiasa Mengalami Pola Tertentu

Melalui kanal YouTube-nya, dr. Jiemi menyebutkan bahwa seseorang bergerak karena sebuah pola. Apabila terbiasa mendapatkan pola negatif dari orang terdekat seperti keluarga atau orang tua, hal ini akan berdampak pada bagaimana seseorang menjalin hubungan asmara.

Misalnya saja, kamu terbiasa melihat orang tua melakukan kekerasan, suka berkata kasar dan melakukan controlling. Lambat laun, kamu akan melihat semua perilaku tersebut sebagai suatu hal wajar atau normal.

Imbasnya, ketika kamu menemukan tanda-tanda serupa pada pasangan, kamu akan merasa hal ini lumrah. Kamu tidak menyadari bahwa sebenarnya ini adalah sebuah masalah.

Ini lah salah satu alasan mengapa seseorang selalu salah pilih pasangan dalam kehidupan percintaannya.

Manusia Memiliki Banyak Lapisan

Menurut dr. Jimie Ardian, penjelasan pertama merupakan faktor paling umum mengapa seseorang selalu memilih pasangan serupa yang sebenarnya tidak baik. Selain itu ada alasan yang lebih kompleks lagi yaitu manusia pada dasarnya memiliki banyak lapisan.

Sederhananya, manusia punya banyak sisi diri yang masing-masing menginginkan kebutuhan yang berbeda. Contohnya, ada salah satu sisi diri yang ingin move on tapi di sisi lain tidak ingin, ada juga diri yang ingin sekali berkembang tapi sisi diri lain butuh tidur untuk istirahat.

Lalu apa hubungannya dengan jalinan asmara? Relasi antar manusia bukan dari ‘orang ke orang’ melainkan ‘sisi ke sisi’. Sebagai contoh, pasangan kamu terbiasa berkata kasar padamu dan kamu sakit hati ketika menerima perlakuan tersebut.

Ini menandakan, sisi diri pasangan yang emosional itu bertolak belakang dengan dirimu. Tidak ada sisi dirimu yang menginginkan diperlakukan kasar.

Namun di sisi lain ketika dia sedang baik-baik saja, dia akan bersikap melindungi dan mengayomi. Kamu sangat terbuka menerima perlakuan ini karena memang kamu membutuhkannya.

Yang menjadi masalah adalah, ketika ada sisi dirimu yang sangat haus untuk terpenuhi. Saat kamu mendapatkannya dari orang yang salah, kamu akan susah melepaskan orang tersebut meskipun dia di lain hal dia memperlakukanmu secara tidak baik.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore