Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 April 2025 | 13.42 WIB

Jika Anda Bekerja Penuh Waktu dan Masih Bermasalah tentang Uang, 7 Kebiasaan Ini Bisa Menjadi Penyebabnya Menurut Psikologi

seseorang yang tetap bermasalah tentang uang meski sudah bekerja paruh waktu. (Freepik/freepik) - Image

seseorang yang tetap bermasalah tentang uang meski sudah bekerja paruh waktu. (Freepik/freepik)

JawaPos.com - Bekerja penuh waktu seharusnya, secara teori, memberikan stabilitas finansial.

Namun, kenyataan bagi banyak orang justru sebaliknya—meskipun bekerja keras selama 8 hingga 10 jam sehari, kecemasan finansial tetap menghantui.

Gaji datang dan pergi, tabungan sulit tumbuh, dan masa depan terasa tidak pasti. Jika Anda merasa relate, Anda tidak sendirian.

Menurut psikologi, ada beberapa kebiasaan yang secara tidak sadar memperburuk kondisi keuangan Anda.

Bukan karena Anda tidak cukup menghasilkan, tetapi karena bagaimana Anda mengelola, merespons, dan berpikir tentang uang.

Dilansir dari Small Biz Technology pada Senin (14/4), terdapat tujuh kebiasaan yang bisa menjadi akar dari stres finansial Anda.

1. Pengeluaran Emosional (Emotional Spending)

Setelah hari kerja yang melelahkan, banyak orang merasa pantas untuk “memanjakan diri” — entah itu dengan membeli makanan mahal, pakaian baru, atau barang-barang yang sebenarnya tidak diperlukan.

Ini disebut emotional spending, dan menurut psikologi, ini adalah cara umum untuk mengatasi stres jangka pendek, namun menciptakan tekanan finansial jangka panjang.

Psikologi di baliknya: Otak kita mencari kenyamanan ketika merasa kewalahan, dan pembelian impulsif memberikan pelepasan dopamin sementara.

Tapi ini hanya menutupi luka, bukan menyembuhkannya.

2. Kurangnya Kesadaran Finansial

Anda mungkin tahu berapa gaji Anda, tetapi apakah Anda tahu ke mana perginya setiap rupiah yang Anda hasilkan?

Banyak orang tidak menyadari pengeluaran kecil yang ternyata menumpuk besar di akhir bulan—langganan streaming yang jarang dipakai, belanja online iseng, atau nongkrong di kafe hampir setiap hari.

Psikologi di baliknya: Otak kita cenderung mengabaikan informasi yang dianggap “rumit” atau “menakutkan.”

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore