
Ilustrasi seseorang yang sakit tetapi tidak pergi ke dokter. (Freepik)
JawaPos.com - Pernahkah kamu mengenal seseorang yang lebih memilih tidak memeriksakan diri ke dokter meskipun merasa tidak sehat? Fenomena ini ternyata cukup sering terjadi dan menarik perhatian dunia psikologi.
Perilaku ini bukan sekadar perkara malas pergi ke dokter. Lebih dalam lagi, ini tentang bagaimana seseorang berusaha menghindari informasi yang berpotensi mengganggu ketenangan pikiran mereka.
Menurut psikologi, dilansir dari Geediting pada Sabtu (12/4), setidaknya ada tujuh perilaku yang biasa ditunjukkan oleh orang-orang yang memilih ‘tidak tahu’ daripada menghadapi kenyataan soal kesehatannya.
1. Kebiasaan Menghindar
Menunda-nunda sesuatu memang hal yang wajar. Namun, ada orang yang cenderung menunda hingga urusan kesehatan pun diabaikan sampai kondisinya memburuk. Perilaku ini dikenal dengan istilah avoidance behavior, yaitu sengaja menghindari hal-hal yang membuat tidak nyaman, termasuk pemeriksaan medis.
Menurut Carl Jung, apa yang kita tolak justru akan semakin bertahan dan membesar. Ketakutan terhadap kemungkinan buruk inilah yang membuat seseorang lebih memilih diam.
Sayangnya, hal ini justru bisa memperburuk kondisi dan meningkatkan stres dalam jangka panjang. Alih-alih tenang, mereka justru menanggung kecemasan lebih besar karena terus menghindar dari kenyataan.
2. Membenarkan Gejala yang Dirasakan
Pernah bertemu orang yang suka mencari-cari alasan atas keluhan kesehatannya? Misalnya batuk lama disebut akibat debu atau alergi ringan. Perilaku seperti ini termasuk dalam upaya merasionalisasi gejala, agar terlihat seolah-olah tidak berbahaya.
Psikolog Alfred Adler pernah mengatakan bahwa orang yang tampak normal adalah mereka yang belum terlalu kita kenal. Bisa jadi, ‘normal’ bagi seseorang adalah membenarkan keluhannya. Ironisnya, kondisi yang dianggap sepele bisa saja merupakan tanda penyakit yang seharusnya segera ditangani.
3. Takut Terlihat Lemah
Ada orang yang merasa tidak nyaman saat harus mengakui dirinya sedang tidak sehat. Pergi ke dokter berarti membuka diri terhadap kemungkinan buruk. Bagi sebagian orang, ini terasa seperti menunjukkan kelemahan. Padahal, menurut Brené Brown, kerentanan justru memerlukan keberanian.
Butuh kekuatan mental untuk berani menghadapi kemungkinan buruk dan mengakui bahwa tubuh butuh bantuan. Namun, rasa takut ini kerap membuat orang memilih diam, meski sebenarnya sadar ada yang tidak beres dalam tubuhnya.
4. Penyangkalan dan Merasa Kebal
Penyangkalan sering kali menjadi cara seseorang menutupi ketakutannya terhadap kenyataan. Ada saja orang yang tetap melakukan kebiasaan tidak sehat, meski tahu risikonya. Misalnya, merokok atau konsumsi alkohol berlebihan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
