Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 13 April 2025 | 00.06 WIB

Orang yang Lebih Memilih Tidak Tahu daripada Pergi ke Dokter Biasanya Memiliki 7 Perilaku Ini, Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang sakit tetapi tidak pergi ke dokter. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang sakit tetapi tidak pergi ke dokter. (Freepik)


JawaPos.com - Pernahkah kamu mengenal seseorang yang lebih memilih tidak memeriksakan diri ke dokter meskipun merasa tidak sehat? Fenomena ini ternyata cukup sering terjadi dan menarik perhatian dunia psikologi.

Perilaku ini bukan sekadar perkara malas pergi ke dokter. Lebih dalam lagi, ini tentang bagaimana seseorang berusaha menghindari informasi yang berpotensi mengganggu ketenangan pikiran mereka.

Menurut psikologi, dilansir dari Geediting pada Sabtu (12/4), setidaknya ada tujuh perilaku yang biasa ditunjukkan oleh orang-orang yang memilih ‘tidak tahu’ daripada menghadapi kenyataan soal kesehatannya.

1. Kebiasaan Menghindar

Menunda-nunda sesuatu memang hal yang wajar. Namun, ada orang yang cenderung menunda hingga urusan kesehatan pun diabaikan sampai kondisinya memburuk. Perilaku ini dikenal dengan istilah avoidance behavior, yaitu sengaja menghindari hal-hal yang membuat tidak nyaman, termasuk pemeriksaan medis.

Menurut Carl Jung, apa yang kita tolak justru akan semakin bertahan dan membesar. Ketakutan terhadap kemungkinan buruk inilah yang membuat seseorang lebih memilih diam.

Sayangnya, hal ini justru bisa memperburuk kondisi dan meningkatkan stres dalam jangka panjang. Alih-alih tenang, mereka justru menanggung kecemasan lebih besar karena terus menghindar dari kenyataan.

2. Membenarkan Gejala yang Dirasakan

Pernah bertemu orang yang suka mencari-cari alasan atas keluhan kesehatannya? Misalnya batuk lama disebut akibat debu atau alergi ringan. Perilaku seperti ini termasuk dalam upaya merasionalisasi gejala, agar terlihat seolah-olah tidak berbahaya.

Psikolog Alfred Adler pernah mengatakan bahwa orang yang tampak normal adalah mereka yang belum terlalu kita kenal. Bisa jadi, ‘normal’ bagi seseorang adalah membenarkan keluhannya. Ironisnya, kondisi yang dianggap sepele bisa saja merupakan tanda penyakit yang seharusnya segera ditangani.

3. Takut Terlihat Lemah

Ada orang yang merasa tidak nyaman saat harus mengakui dirinya sedang tidak sehat. Pergi ke dokter berarti membuka diri terhadap kemungkinan buruk. Bagi sebagian orang, ini terasa seperti menunjukkan kelemahan. Padahal, menurut Brené Brown, kerentanan justru memerlukan keberanian.

Butuh kekuatan mental untuk berani menghadapi kemungkinan buruk dan mengakui bahwa tubuh butuh bantuan. Namun, rasa takut ini kerap membuat orang memilih diam, meski sebenarnya sadar ada yang tidak beres dalam tubuhnya.

4. Penyangkalan dan Merasa Kebal

Penyangkalan sering kali menjadi cara seseorang menutupi ketakutannya terhadap kenyataan. Ada saja orang yang tetap melakukan kebiasaan tidak sehat, meski tahu risikonya. Misalnya, merokok atau konsumsi alkohol berlebihan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore