Tipe Orang yang Sulit Menerima Bantuan (Pexels)
JawaPos.com – Tidak semua orang bisa dengan senang hati menerima bantuan. Sebagian merasa sangat berat membiarkan orang lain mengulurkan tangan untuk membantunya.
Padahal, saling tolong menolong adalah sikap mulia sebagai manusia. Menerima bantuan dari orang sekitar pun tak lantas menjadikan seseorang dicap lemah.
Tapi kenapa masih ada saja orang yang enggan dibantu, meskipun dia sedang melalui masa tersulit sekalipun? Laman Hack Spirit menjelaskan alasan di balik perilaku tersebut.
Alasan pertama mengapa seseorang enggan dibantu adalah dirinya seringkali overthinking dalam situasi sosial. Ada ketakutan akan penilaian, membayangkan kemungkinan tersebut, merasa canggung serta menganggap diri tidak layak apabila harus meminta bantuan.
Dengan segala pikiran yang berkutat di kepalanya, pada akhirnya seseorang memilih untuk diam dan memendam semuanya. Dia enggan meminta ataupun menerima bantuan dari siapapun.
Orang yang terlalu mandiri menganggap bantuan seperti layaknya sebuah ‘kelemahan’. Padahal membiarkan diri dibantu orang lain tidak ada salahnya sama sekali.
Justru ketika seseorang menanggung beban sendiri secara terus menerus, rasanya akan sangat melelahkan.
Seseorang yang sering menghindari keintiman emosional cenderung takut dihakimi atau ditolak. Mereka merasa aman apabila menjaga jarak dari orang lain, meskipun pada akhirnya merasa kesepian.
Orang yang pesimis meragukan semua hal, termasuk juga uluran tangan dari orang lain. Mereka menganggap meminta bantuan tidak akan mengubah keadaan.
Keyakinan negatif seperti ini hanya akan membawa mereka pada masalah yang terus berlanjut apabila kenyataannya mereka tak bisa menyelesaikannya sendiri.
Bagi seseorang yang gemar mengatur atau mengontrol segala hal, dia ingin memastikan setiap rencana berjalan sempurna tanpa cela. Menurutnya, belum tentu orang lain akan mengerjakan sesuatu sesuai dengan ekspektasinya.
Ya, dia meragukan kemampuan orang lain. Daripada meminta pertolongan lebih baik semuanya dilakukan sendiri.
Ada tipe orang yang memandang hubungan harus seimbang. Jika seseorang memberikan bantuan, di kemudian hari pun harus melakukan sebaliknya.
Sebagian orang mungkin tidak memusingkan perkara bantu-membantu ini, tapi ada juga yang merasa takut berutang secara emosional ketika sudah mendapatkan bantuan. Apabila pola pikir seperti ini terus dilanjutkan, koneksi tulus dalam hubungan sosial akan sangat sulit terjalin.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
