Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 April 2025 | 19.16 WIB

5 Dampak Positif Mengabaikan Komentar Buruk Orang Lain, Mulai Mencintai dan Utamakan Diri Sendiri!

Ilustrasi seseorang yang belajar mencintai diri sendiri. (Freepik/sviatkovskyi) - Image

Ilustrasi seseorang yang belajar mencintai diri sendiri. (Freepik/sviatkovskyi)

JawaPos.com – Mengabaikan komentar buruk dan mulai mengutamakan diri sendiri sering kali dianggap egois. 

Padahal, di saat kita terfokus untuk mencintai dan mengutamakan diri sendiri, banyak hal positif yang akan didapatkan.

Selain menumbuhkan rasa percaya diri, mengabaikan komentar buruk orang lain juga akan melindungi diri untuk lebih mengafirmasi hal-hal positif dalam hidup. 

Seperti dilansir dari laman YourTango, berikut 5 dampak positif mengabaikan komentar buruk dari orang lain untuk lebih mencintai diri sendiri.

  1. Menjadi diri sendiri

Orang yang tidak menganggap apa pun sebagai sesuatu yang pribadi dengan menerima diri mereka apa adanya, serta mengakui ketidaksempurnaan mereka dan mengintegrasikannya ke dalam persepsi diri mereka, tetapi mereka tidak menghakimi diri mereka sendiri karena memiliki kekurangan.

Justru mereka tahu bahwa  mencoba menjadi sempurna adalah hal yang merusak diri sendiri dan mencoba membuat semua orang menyukai mereka adalah pertempuran yang sia-sia. Dengan menerima diri mereka sepenuhnya, orang yang tidak menganggap apa pun sebagai sesuatu yang pribadi memupuk rasa keterhubungan diri yang kuat.

Orang yang menerima dirinya sendiri hidup sesuai dengan nilai-nilai yang dianutnya. Keselarasan antara diri mereka yang lahir dan batin berasal dari rasa keterhubungan yang mendalam dengan diri mereka sendiri.

Mereka tidak perlu membuktikan diri kepada orang lain. Mereka memberi diri mereka belas kasihan dan tidak menganggap serius apa pun, sebuah kebiasaan yang harus kita semua terapkan.

  1. Memiliki hubungan pertemanan yang positif

Orang yang tidak menganggap penting orang lain akan bergaul dengan orang yang benar-benar peduli pada mereka. Mereka menghindari  persahabatan yang palsu dan dangkal, karena mereka tahu bahwa hubungan tersebut tidak benar-benar menyehatkan mereka.

Mereka membangun komunitas mereka agar saling mendukung dan memelihara. Mereka menunjukkan jati diri mereka dalam setiap hubungan, karena mereka tahu bahwa orang yang mereka cintai melihat mereka apa adanya.

Sebaliknya, orang yang menganggap segala sesuatu sebagai urusan pribadi menciptakan hubungan yang didasarkan pada keraguan dan rasa tidak aman. Mereka menyimpan sisi-sisi aneh dan ceria dari kepribadian mereka untuk diri sendiri, karena takut tidak diterima.

Mereka tidak memiliki rasa keterhubungan sejati dengan orang-orang di sekitar mereka, yang biasanya berarti mereka tidak mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan.

  1. Tidak mengutamakan keinginan pribadi

Orang yang tidak menganggap serius apa pun memiliki kebiasaan untuk melepaskan kebutuhan mereka untuk mengendalikan pendapat orang lain tentang mereka. Mereka sadar bahwa mereka tidak dapat memaksa orang lain untuk menerima mereka.

Jadi mereka tidak berusaha melakukannya. Ini tidak berarti bahwa mereka apatis atau nihilistik; sebaliknya, ini berarti mereka memahami bahwa mereka  tidak dapat mengendalikan sudut pandang orang lain terhadap mereka.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore