Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 April 2025 | 20.18 WIB

Hati-hati! Ini 10 Cara Uang Dapat Merusak Persahabatan Menurut Psikologi, Jaga Hubungan Sehat Kamu

Sifat anak yang tumbuh dari orang tua protektif menurut psikologi - Image

Sifat anak yang tumbuh dari orang tua protektif menurut psikologi

JawaPos.com – Uang sering kali menjadi ujian terbesar dalam hubungan persahabatan. Dalam banyak kasus, persoalan keuangan dapat memicu konflik, salah paham, atau bahkan perpecahan yang tidak terduga.

Menurut psikologi, dinamika ini terjadi karena uang memiliki nilai emosional yang kuat, melibatkan rasa kepercayaan, kesetaraan, dan tanggung jawab.

Untuk menjaga persahabatan tetap sehat, penting memahami bagaimana harta bisa merusak hubungan dan bagaimana menghindari jebakan tersebut.

Dilansir dari geediting.com pada Selasa (1/4), diterangkan bahwa terdapat delapan sifat anak yang dibesarkan oleh orang tua yang sangat protektif pada mereka menurut Psikologi.

1. Ketimpangan finansial dalam persahabatan

Situasi finansial yang berbeda antara dua sahabat bisa menciptakan ketegangan yang tak terhindarkan. Saat seorang teman memiliki kestabilan finansial yang baik, mereka mungkin tanpa sadar memamerkan kekayaan mereka melalui cerita tentang liburan atau pembelian barang mewah terbaru.

Di sisi lain, teman yang kurang mampu bisa merasa minder, tertekan, atau bahkan menyimpan kekesalan mendalam akibat perbedaan ini. Kunci untuk mengatasi hal ini adalah dengan membangun empati dan sensitivitas dari kedua belah pihak, sambil tetap menjaga komunikasi terbuka tentang perbedaan kondisi keuangan tanpa membiarkannya mendominasi dinamika pertemanan.

2. Hutang uang

Aktivitas pinjam meminjam uang dalam pertemanan dapat menciptakan dinamika kekuasaan yang tidak nyaman dan berpotensi merusak hubungan. Ketika seseorang meminjam uang namun tidak kunjung membayar atau bahkan tidak menyinggung soal hutang sama sekali, hal ini bisa menimbulkan perasaan dimanfaatkan pada pemberi pinjaman.

Sementara itu, peminjam mungkin merasa tertekan dan bersalah karena belum bisa mengembalikan, menciptakan ketegangan yang sulit diabaikan. Situasi ini sering berakhir dengan rusaknya kepercayaan yang telah dibangun bertahun-tahun.

3. Pengeluaran kompetitif

Manusia memiliki kecenderungan alami untuk membandingkan diri dengan orang lain, termasuk dalam hal pengeluaran. Kebiasaan ini bisa dimulai dari hal-hal kecil seperti membeli barang yang sama, namun dapat dengan cepat berubah menjadi kompetisi finansial yang tidak sehat.

Persaingan semacam ini tidak hanya membahayakan kondisi keuangan tapi juga bisa menimbulkan kecemburuan dalam persahabatan. Para psikolog menyarankan untuk menyadari kecenderungan ini dan menahan diri dari dorongan untuk mengimbangi atau melampaui pengeluaran teman.

4. Persaingan kekayaan

Persaingan dalam mencapai kesuksesan finansial bisa dengan cepat meracuni persahabatan yang sebelumnya sehat. Ketika satu teman membeli mobil baru, yang lain merasa perlu membeli yang lebih besar, atau ketika satu teman mendapat pekerjaan dengan gaji tinggi, yang lain merasa tidak adequate dengan penghasilannya saat ini.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore