Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Maret 2025 | 17.23 WIB

Awas! Pasangan yang Pernah Selingkuh Berpotensi Mengulanginya Lagi Jika Sudah Mengatakan 5 Hal Ini

Ilustrasi meratapi kesetiaan pasangan. (Pexels) - Image

Ilustrasi meratapi kesetiaan pasangan. (Pexels)

JawaPos.com – Banyak artikel yang menyebutkan mengapa seseorang berselingkuh. Tetapi, apakah ada pelaku selingkuh yang berani mengaku mengapa ia melakukannya?

Seorang eks pelaku selingkuh berani menuliskannya ke dalam kata-kata yang dapat dibaca oleh kita semua. Beruntungnya, dia sudah menemukan dan menyelesaikan akar masalah utama untuk mematahkan perilaku mendua dan sudah berkomitmen untuk tidak berpaling dari pasangannya.

Menurutnya, ada beberapa kalimat percakapan yang lazim digunakan untuk menjebak korban perselingkuhan untuk tetap bertahan dalam hubungan asmara, meskipun ia sudah selingkuh berkali-kali.

Dikutip dari YourTango pada Kamis (27/3), berikut lima kalimat yang harus diawasi dan jadi peringatan kalau pasangan Anda berpotensi mengulanginya lagi:

1. "Kalau aku sayang, aku tidak akan tergoda untuk selingkuh"

Banyak orang berpikir pelaku zina tidak mencintai pasangannya. Tetapi di kebanyakan kasus, perselingkuhan tidak ada hubungannya dengan rasa cinta.

Ternyata pelaku selingkuh lebih mudah mendua jika mereka sangat menyayangi seseorang. Terkadang mencintai terlalu banyak malah dapat menjadi sesuatu yang menakutkan. Perselingkuhan menjadi metode sabotase diri lewat mempunyai simpanan, barangkali jika suatu hari orang yang mereka benar-benar cintai meninggalkannya.

Psikolog Lori Bisbey berkata kalau pelaku perselingkuhan mencoba menyabotase diri sendiri dan hubungan asmara mereka.

"Mereka berselingkuh ketika hal-hal menjadi 'terlalu indah'. Jauh di dalam pikiran mereka, dia merasa kalau dia tak pantas mendapatkan hubungan cinta yang sangat dekat dan berjalan lancar, sehingga mereka menyabotasenya dengan berselingkuh. Memang ada orang-orang yang takut dengan keintiman, dan mereka merasa (cinta) ini berlebihan," katanya.

2. "Aku hanyalah seseorang dengan kepribadian buruk"

Beberapa pelaku selingkuh ada yang mempunyai gangguan kepribadian narsistik, tapi Anda tidak perlu menjadi seorang narsistik atau sosiopat untuk berselingkuh.

Teori "pelaku selingkuh itu narsistik" didasari pada kurangnya empati terhadap pasangan. Nyatanya seseorang yang "normal", termasuk beberapa dari kita semua, terkadang pernah melukai perasaan pasangan kita secara sengaja. Contohnya, membeli sesuatu yang kita tahu memotong anggaran bersama, mengatakan sesuatu yang menyakitkan ketika bertengkar, atau berbohong untuk menyembunyikan berita buruk.

Seseorang dapat berzina dengan kesadaran penuh bahwa itu dapat melukai hati pasangannya, tanpa harus menderita sebuah gangguan psikologi.

3. "Aku ketagihan"

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore