
Ilustrasi pasangan selingkuh (freepik)
JawaPos.com - Hubungan romantis yang sehat tidak selalu menjamin kesetiaan absolut. Bertentangan dengan kepercayaan umum, perselingkuhan dapat terjadi bahkan dalam ikatan yang tampaknya bahagia dan mendalam.
Fenomena ini membuat banyak pasangan bingung dan bertanya-tanya tentang akar permasalahan yang sebenarnya.
Artikel ini akan mengupas 4 faktor psikologis mendalam yang mendorong seseorang melakukan perselingkuhan, di mana alasan utamanya bukan sekadar ketidakpuasan, melainkan dinamika emosional yang kompleks dan tersembunyi yang dirangkum dari Psychology Today pada Kamis (27/03).
1. Pesona Kebaruan dan Dorongan Dopamin
Sistem reward otak manusia memainkan peran sentral dalam dinamika cinta romantis. Pada tahap awal hubungan, dopamin membanjiri otak dengan sensasi kegembiraan dan ketertarikan yang intens.
Setiap interaksi terasa istimewa, menciptakan pengalaman emosional yang mendalam dan memesona, seolah-olah setiap momen dipenuhi dengan keajaiban dan keterhubungan yang luar biasa.
Mekanisme neurobiologis di balik fenomena ini sangat kompleks. Neurotransmiter dopamin bertanggung jawab menciptakan perasaan bahagia, motivasi, dan penguatan.
Ketika seseorang jatuh cinta, sistem reward otak bekerja maksimal, menghasilkan sensasi euforia yang hampir mirip dengan efek zat adiktif.
Setiap sentuhan, pandangan, dan percakapan terasa elektrik dan penuh gairah.
Seiring berjalannya waktu, intensitas awal ini mulai berkurang. Penelitian neurosains menunjukkan bahwa cinta berevolusi dari fase dopamin yang penuh gairah menuju tahap keterikatan yang lebih stabil.
Proses ini alami dan diperlukan untuk membangun komitmen jangka panjang, namun bagi sebagian individu, transisi ini terasa membosankan dan menimbulkan kerinduan akan sensasi adrenalin yang dulu mereka rasakan.
Bagi individu tertentu, kehilangan intensitas awal hubungan dapat menjadi tantangan psikologis yang signifikan.
Mereka mungkin mulai merasa kehilangan gairah dan ketertarikan, sehingga mencari cara untuk kembali merasakan sensasi "cinta baru" yang memabukkan.
Perselingkuhan dalam konteks ini menjadi semacam jalan pintas untuk mendapatkan kembali gairah yang hilang, meskipun cara ini sangatlah merusak.
Solusi yang lebih sehat dan konstruktif adalah secara aktif menciptakan pengalaman baru bersama pasangan.
Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai cara seperti bepergian spontan, mengeksplorasi hobi baru, mengambil kelas belajar bersama, atau meningkatkan keintiman dengan cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
