
Ilustrasi orang yang tetap tenang berada dalam konflik. (Pexels.com/YanKrukau)
JawaPos.com - Konflik yang terjadi dalam kehidupan kita itu sangat wajar, bahkan bisa menjadi bahaya jika terus dihindari.
Hal yang perlu kita perhatikan adalah cara menghadapi konflik itu menjadi sehat dan saling memahami pendapat satu sama lain, jika situasi sudah memanas maka perlu mengambil waktu untuk meredakan emosi.
Namun tidak semua orang bisa memanas dalam konflik, ada pula mereka yang tetap tenang dan tidak tersulut emosi oleh orang-orang sekitar.
Dilansir dari laman Global English Editing pada Rabu (26/03), orang yang tetap tenang saat berada di tengah konflik biasanya sangat memahami 8 sifat alami manusia :
1. Emosi itu menular
Orang-orang yang tetap tenang selama konflik menyadari fenomena ini. Merkez mengerti bahwa jika menunjukkan ketenangan, itu dapat mempengaruhi orang lain dalam konflik untuk tetap tenang juga.
Pemahaman ini membantu mereka mengelola respons emosional sendiri secara efektif, serta mencegah situasi meningkat di luar kendali.
2. Setiap orang memiliki sudut pandang sendiri
Hal lain yang dipahami oleh individu yang tenang selama konflik adalah bahwa setiap orang melihat dunia melalui lensa mereka sendiri. Alih-alih bersikap defensif, mereka mundur selangkah dan mencoba melihat hal-hal dari sudut pandang lawan bicara.
Menyadari hal ini tidak selalu berarti setuju dengan sudut pandangnya, tetapi itu memungkinkan untuk mendekati konflik dengan empati dan pengertian. Pergeseran perspektif ini tidak hanya meredakan ketegangan, tapi membuka dialog yang konstruktif di mana kita dapat menemukan kesamaan dan bekerja menuju solusi.
3. Mendengarkan lebih kuat daripada berbicara
Ketika konflik muncul, kecenderungan alami kita mungkin hanya ingin didengar dan dipahami. Tetapi mereka yang menjaga ketenangan selama situasi tegang ini memahami sesuatu yang penting, yakni kekuatan mendengarkan.
Sebuah studi yang menarik oleh Harvard Business Review menemukan bahwa pendengar yang baik bukan hanya penerima informasi yang pasif. Sebaliknya, mereka terlibat dalam apa yang disebut "mendengarkan yang mendukung".
Dengan mendengarkan secara aktif, individu-individu ini menunjukkan rasa hormat terhadap sudut pandang orang lain dan menciptakan lingkungan yang lebih kondusif untuk penyelesaian.
Tindakan mendengarkan tidak selalu berarti setuju dengan orang lain, tetapi itu berarti menghargai hak mereka untuk mengungkapkan pendapat mereka.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
