Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Maret 2025 | 22.03 WIB

Orang yang Tetap Tenang Saat Berada di Tengah Konflik Biasanya Sangat Memahami 8 Sifat Alami Manusia, Apa Saja?

Ilustrasi orang yang tetap tenang berada dalam konflik. (Pexels.com/YanKrukau) - Image

Ilustrasi orang yang tetap tenang berada dalam konflik. (Pexels.com/YanKrukau)

JawaPos.com - Konflik yang terjadi dalam kehidupan kita itu sangat wajar, bahkan bisa menjadi bahaya jika terus dihindari.

Hal yang perlu kita perhatikan adalah cara menghadapi konflik itu menjadi sehat dan saling memahami pendapat satu sama lain, jika situasi sudah memanas maka perlu mengambil waktu untuk meredakan emosi.

Namun tidak semua orang bisa memanas dalam konflik, ada pula mereka yang tetap tenang dan tidak tersulut emosi oleh orang-orang sekitar.

Dilansir dari laman Global English Editing pada Rabu (26/03), orang yang tetap tenang saat berada di tengah konflik biasanya sangat memahami 8 sifat alami manusia :

1. Emosi itu menular

Orang-orang yang tetap tenang selama konflik menyadari fenomena ini. Merkez mengerti bahwa jika menunjukkan ketenangan, itu dapat mempengaruhi orang lain dalam konflik untuk tetap tenang juga.

 Pemahaman ini membantu mereka mengelola respons emosional sendiri secara efektif, serta mencegah situasi meningkat di luar kendali.

2. Setiap orang memiliki sudut pandang sendiri

Hal lain yang dipahami oleh individu yang tenang selama konflik adalah bahwa setiap orang melihat dunia melalui lensa mereka sendiri. Alih-alih bersikap defensif, mereka mundur selangkah dan mencoba melihat hal-hal dari sudut pandang lawan bicara.

Menyadari hal ini tidak selalu berarti setuju dengan sudut pandangnya, tetapi itu memungkinkan untuk mendekati konflik dengan empati dan pengertian. Pergeseran perspektif ini tidak hanya meredakan ketegangan, tapi membuka dialog yang konstruktif di mana kita dapat menemukan kesamaan dan bekerja menuju solusi.

3. Mendengarkan lebih kuat daripada berbicara

Ketika konflik muncul, kecenderungan alami kita mungkin hanya ingin didengar dan dipahami. Tetapi mereka yang menjaga ketenangan selama situasi tegang ini memahami sesuatu yang penting, yakni kekuatan mendengarkan.

Sebuah studi yang menarik oleh Harvard Business Review menemukan bahwa pendengar yang baik bukan hanya penerima informasi yang pasif. Sebaliknya, mereka terlibat dalam apa yang disebut "mendengarkan yang mendukung".

Dengan mendengarkan secara aktif, individu-individu ini menunjukkan rasa hormat terhadap sudut pandang orang lain dan menciptakan lingkungan yang lebih kondusif untuk penyelesaian. 

Tindakan mendengarkan tidak selalu berarti setuju dengan orang lain, tetapi itu berarti menghargai hak mereka untuk mengungkapkan pendapat mereka.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore