
Ilustrasi. (freepik.com)
JawaPos.com - Dulu, banyak orang berpikir bahwa ideologi Incel hanyalah sesuatu yang berkembang di sudut-sudut gelap internet. Rasanya seperti dunia yang jauh, sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan pria normal dalam kehidupan sehari-hari.
Namun seiring waktu, pola pikir ini mulai menyelinap tanpa disadari. Serial Netflix terbaru, Adolescence, bahkan menyoroti bagaimana pemikiran seperti ini bisa meresap ke dalam masyarakat tanpa banyak yang menyadarinya.
Pria yang menjadi kaum Incel sering kali memiliki pandangan yang sangat negatif tentang hubungan, perempuan, dan dunia kencan secara umum. Beberapa dari mereka bahkan mengembangkan kebencian yang begitu dalam, hingga bisa dikategorikan sebagai misoginis ekstrem.
Dilansir dari DM News (25/3), berikut adalah delapan perilaku yang bisa menjadi tanda bahwa seseorang memiliki kecenderungan menjadi bagian dari kaum Incel.
1. Dia Sering Kali Menganggap Kencan Sebagai Pertarungan yang Tidak Pernah Berakhir
Salah satu tanda paling jelas dari pria yang menjadi kaum Incel adalah cara mereka berbicara tentang kencan. Komentar seperti, "Ini perjuangan yang berat," atau "Perempuan memegang semua kartu," sering terdengar dari mereka.
Tentu, berpacaran bisa menjadi tantangan bagi siapa saja, tetapi jika seseorang terus-menerus menggambarkannya sebagai pertempuran yang tidak adil, itu bisa menjadi tanda bahwa mereka melihat perempuan sebagai musuh, bukan sebagai individu yang setara.
Dalam psikologi, pandangan ini disebut sebagai "mentalitas korban," di mana seseorang merasa bahwa mereka selalu dirugikan oleh sistem yang lebih besar.
Hal ini bisa berkembang menjadi perasaan bahwa semua perempuan adalah makhluk manipulatif yang hanya menginginkan pria kaya dan tampan, yang semakin memperkuat pola pikir misoginis ekstrem.
2. Dia Sering Menyalahkan “Sistem” atas Masalah Kencannya
Beberapa pria yang frustrasi dalam dunia kencan tidak melihat bahwa mereka mungkin perlu meningkatkan keterampilan komunikasi atau introspeksi diri. Sebaliknya, mereka menyalahkan "sistem"—aplikasi kencan yang dicurangi, standar masyarakat yang tidak adil, atau perempuan yang "hanya menginginkan pria kaya."
Ketika seseorang menganggap dirinya sebagai korban dari konspirasi besar, itu bisa menjadi tanda bahwa mereka menghindari tanggung jawab pribadi. Dalam psikologi, ini disebut "external locus of control," di mana seseorang percaya bahwa semua yang terjadi dalam hidupnya ditentukan oleh faktor eksternal, bukan usahanya sendiri.
3. Narasi “Pria Baik” yang Dibalut dengan Rasa Kesal
Pernahkah anda mendengar pria yang berkata, "Kenapa perempuan selalu memilih pria yang salah?" atau "Aku pria baik, tapi tidak ada yang menghargainya"?

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
