
Ilustrasi orang yang suka lari dari masalah. (Pexels)
JawaPos.com - Ada perbedaan mencolok antara menghadapi masalah secara langsung dan menjauhinya. Perbedaan ini bermuara pada keberanian.
Orang yang lari dari masalah cenderung mengambil pendekatan pasif dengan harapan masalah akan hilang begitu saja. Di sisi lain, menghadapi masalah secara langsung membutuhkan usaha untuk menanganinya, tidak peduli seberapa tidak mengenakkan hal itu.
Beberapa orang mungkin tidak menyadari bahwa mereka memiliki kecenderungan enggan menghadapi masalah, sementara yang lain dengan sengaja memilih untuk menghindari situasi sulit. Dilansir dari DM News pada Senin (24/3) berikut adalah tujuh perilaku yang sering dilakukan oleh orang yang lari dari masalah!
1. Berteman Akrab dengan Penghindaran
Ada beberapa orang yang menjadikan penghindaran sebagai sahabat karib mereka. Mereka menghindari konflik, menghindari pembicaraan yang sulit, dan menghindari situasi apa pun yang berpotensi menjadi masalah.
Perilaku ini muncul karena takut akan ketidaknyamanan. Alih-alih menghadapi masalah secara langsung, mereka memilih untuk menghindarinya sama sekali, berharap masalah tersebut akan teratasi dengan sendirinya atau hilang begitu saja.
Taktik mengelak ini mungkin memberikan kelegaan sementara, tetapi dalam jangka panjang, hal itu hanya akan memperparah masalah. Menghindar tidak akan menghilangkan masalah, hal itu hanya menunda hal yang tak terelakkan dan sering kali memperburuk keadaan.
2. Ahli dalam Penundaan
Kita semua pernah menunda sesuatu, tetapi bagi sebagian orang, ini sudah menjadi gaya hidup. Orang yang lari dari masalah sering kali menunda tugas atau keputusan penting dengan harapan bahwa mereka tidak perlu menghadapinya.
Penundaan ini sering kali didorong oleh rasa takut akan kegagalan atau ketidakpastian. Dalam dunia psikologi, ini dikenal sebagai "procrastination coping," yaitu menunda pekerjaan sebagai bentuk perlindungan diri dari rasa tidak nyaman.
Namun, seperti halnya penghindaran, penundaan hanya akan menyebabkan lebih banyak stres dan kecemasan dalam jangka panjang.
3. Lari dari Masalah dengan Melimpahkannya pada Orang Lain
Alih-alih menyelesaikan masalah sendiri, beberapa orang lebih suka menyalahkan orang lain. Mereka selalu memiliki alasan kenapa sesuatu tidak berjalan sesuai keinginan mereka—bos yang tidak adil, pasangan yang tidak mendukung, atau teman yang tidak bisa diandalkan.
Perilaku ini berkaitan erat dengan konsep psikologi lokus kendali eksternal, yang berarti mereka percaya bahwa kekuatan eksternal, bukan tindakan mereka sendiri, yang menentukan hasil hidup mereka.
Dengan menyalahkan orang lain, mereka terhindar dari keharusan menghadapi masalah dan menanggung akibatnya. Namun, menyalahkan orang lain tidak akan menyelesaikan masalah—hal itu hanya akan menciptakan lebih banyak konflik dan perasaan buruk.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
