Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 24 Maret 2025 | 19.36 WIB

8 Alasan Mengapa Pria Masih Lebih Mudah Mendapat Pekerjaan Dibandingkan Perempuan

Ilustrasi seorang pria yang masih lebih mudah mendapat pekerjaan dibandingkan perempuan. (Freepik) - Image

Ilustrasi seorang pria yang masih lebih mudah mendapat pekerjaan dibandingkan perempuan. (Freepik)

JawaPos.com - Kesetaraan gender di dunia kerja masih menjadi tantangan besar. Hingga kini, pria masih lebih mungkin mendapatkan pekerjaan dibandingkan perempuan.

Fenomena ini bukan sekadar kebetulan, melainkan hasil dari berbagai faktor sosial, budaya, dan struktural yang telah mengakar dalam sistem perekrutan dan dunia kerja.

Lantas, apa saja alasan di balik kesenjangan ini? Dilansir dari Geediting pada Senin (24/3), berikut delapan faktor utama yang membuat pria lebih mudah mendapatkan pekerjaan dibandingkan perempuan.

1. Bias Tidak Disadari

Tanpa disadari, bias dalam proses perekrutan masih kerap terjadi. Meski kesadaran akan kesetaraan gender semakin meningkat, banyak keputusan perekrutan masih dipengaruhi oleh persepsi lama yang menguntungkan pria.

Misalnya, dalam posisi kepemimpinan, pria sering kali dianggap lebih cocok dibandingkan perempuan. Padahal, hal ini bukan karena pria memiliki keterampilan kepemimpinan yang lebih baik, melainkan karena stereotip yang sudah melekat di masyarakat.

Akibatnya, meskipun perempuan memiliki kualifikasi yang sama, pria tetap dipandang sebagai pilihan yang lebih aman.

2. Kesenjangan Kepercayaan Diri

Kepercayaan diri memainkan peran besar dalam dunia kerja. Pria cenderung lebih percaya diri dalam menilai kemampuan mereka, sementara perempuan lebih sering meragukan diri sendiri.

Banyak perempuan menunda melamar pekerjaan jika merasa tidak memenuhi semua persyaratan, sementara pria lebih berani mencoba meski belum sepenuhnya memenuhi kriteria. Ini membuat pria lebih banyak mendapatkan kesempatan dibandingkan perempuan.

3. Pengaruh Bahasa dalam Iklan Lowongan Kerja

Tanpa disadari, bahasa yang digunakan dalam lowongan pekerjaan bisa memengaruhi siapa yang tertarik melamar. Kata-kata seperti "kompetitif", "tangguh", atau "berorientasi pada hasil" cenderung diasosiasikan dengan karakter maskulin.

Sebaliknya, istilah seperti "kolaboratif" atau "peduli" lebih sering dikaitkan dengan sifat feminin. Akibatnya, banyak perempuan merasa pekerjaan tersebut bukan untuk mereka, meskipun sebenarnya mereka memiliki kualifikasi yang cukup.

4. Jaringan dan Mentorship

Dalam dunia kerja, jaringan profesional sangat berperan penting. Pria telah lebih lama mendominasi dunia kerja, sehingga mereka memiliki lebih banyak koneksi dan mentor yang dapat membantu perkembangan karier mereka.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore