Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Maret 2025 | 02.53 WIB

Memikirkan Diri Sendiri, Kenali 5 Perilaku Orang yang Tidak Peka Terhadap Kesadaran Sosial

Ilustrasi seseorang yang tidak peka terhadap kesadaran sosial. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang tidak peka terhadap kesadaran sosial. (Freepik)

JawaPos.com – Setiap orang yang melakukan pertemuan hingga diskusi bersama terkadang tidak peka terhadap kesadaran sosial. Kesadaran sosial disini dalam artian sebagai topik pembahasan yang dilakukan saat pembicaraan sedang berlangsung.

Orang-orang seperti ini terkadang tidak memikirkan terlebih dahulu akan topik pembahasan yang pas atau cocok yang dilakukan saat diskusi bersama orang-orang tertentu.

Berikut 5 sikap seseorang yang tidak peka terhadap kesadaran sosial, seperti dilansir dari laman Personal Branding Blog.

1. Membicarakan diri sendiri

Kita semua tahu orang seperti ini tidak peduli apa pun pembicaraannya, mereka selalu menemukan cara untuk membicarakan kehidupan pribadi mereka sendiri.

Bahkan dalam suasana kelompok, mereka mendominasi diskusi dengan cerita-cerita mengenai pengalaman mereka sendiri, dan nyaris tak menghiraukan apa yang dikatakan orang lain.

Tentu saja, berbagi cerita pribadi adalah hal yang normal itulah cara kami terhubung. Namun bila seseorang melakukannya sepanjang waktu, tanpa mempertimbangkan apakah orang lain terlibat atau tertarik, itu tanda jelas kurangnya kesadaran sosial. Percakapan seharusnya menjadi jalan dua arah, bukan monolog yang tidak pernah berakhir.

2. Mengajukan pendapat yang kontroversial

Orang-orang yang kurang memiliki kesadaran sosial sering kali tidak menangkap isyarat-isyarat seperti pendapat yang akan dikatakan.

Mereka akan mengangkat topik-topik yang memecah belah politik, agama, uang tanpa mempertimbangkan apakah hal itu pantas atau bagaimana hal itu dapat memengaruhi perasaan orang lain.

Alih-alih memahami situasi, mereka malah semakin agresif, sama sekali tidak menyadari ketegangan yang telah mereka ciptakan.

3. Selalu mengeluh akan kehidupan

Kita semua pernah mengalami masa-masa sulit, dan mencurahkan keluh kesah kepada teman dekat adalah hal yang wajar. Namun, sebagian orang mengubah setiap percakapan menjadi pesta belas kasihan pribadi, terus-menerus mengeluh tentang pekerjaan, hubungan, kesehatan, atau kehidupan secara umum tanpa pernah mempertimbangkan bagaimana hal itu memengaruhi orang-orang di sekitar mereka.

Sikap negatif ternyata menular berada di sekitar orang yang terus-menerus mengeluh sebenarnya dapat meningkatkan tingkat stres dan menurunkan suasana hati secara keseluruhan.

Ketika seseorang menjadikan keluhan sebagai cara komunikasi utamanya, mereka tidak hanya menjatuhkan diri mereka sendiri mereka juga menyeret orang lain jatuh bersamanya. Orang yang memiliki kesadaran sosial memahami bahwa percakapan harus berimbang.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore