Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Maret 2025 | 02.02 WIB

Masih Menggunakan 7 Frasa Ini di Tahun 2025? Kemungkinan Kamu Terjebak di Masa Lalu: Kamu Masih Suka Mengucapkannya?

Ilustrasi seorang wanita yang merasa belum bisa melupakan masa lalu. (freepik) - Image

Ilustrasi seorang wanita yang merasa belum bisa melupakan masa lalu. (freepik)

JawaPos.com - Hampir setengah perjalanan sudah kita lalui di tahun 2025, seharusnya sudah ada hal yang membuat kita berubah agar tidak terjebak di masa lalu.

Tahun 2025 bukan semata-mata pergantian jam atau hari, semua yang kita lakukan harus bermanfaat dan berdampak positif bagi diri sendiri. Salah satunya dari pola pikir yang berangkat dari ucapan atau frasa.

Dilansir dari laman Small Biz Technology pada Rabu (19/03) jika kamu masih menggunakan 7 frasa ini di tahun 2025, kemungkinan kamu terjebak di masa lalu :

1. “Aku sudah terlalu tua untuk mengetahui itu sekarang"

Sangat mudah untuk percaya bahwa tonggak atau pengejaran tertentu memiliki tanggal kedaluwarsa. Kamu mungkin berpikir telah melewatkan kesempatan jika tidak meluncurkan bisnis di awal 20-an atau menguasai keterampilan pada usia 30-an.

Tetapi melabeli diri sebagai "terlalu tua" seperti mengerem pada setiap kemungkinan yang belum dijelajahi. Hingga pada akhirnya kita sering meremehkan kapasitas untuk beradaptasi pada setiap titik dalam hidup.

Seperti yang dicatat oleh Carl Jung, "Kita tidak dapat menjalani kehidupan sore hari sesuai dengan program kehidupan pagi." Minat, semangat, dan potensi pertumbuhan kita berubah seiring waktu.

2. “Begitulah caraku untuk selalu melakukannya"

Jika kamu masih berpegang teguh pada frasa ini, bisa saja menutup evolusi baik dalam rutinitas pribadi maupun pilihan hidup yang lebih luas. Mengandalkan pola-pola lama sering terasa nyaman karena bagaimanapun, prediktabilitas menawarkan rasa aman.

Terapi di dunia yang berubah lebih cepat dari sebelumnya, berpegang teguh pada metode lama hingga dapat menjadi resep untuk stagnasi.

3. “Tidak ada yang pernah berubah"

Sangat menggoda untuk menyesuaikan diri dengan narasi bahwa dunia itu statis. Mungkin kamu yakin kampung halamanmu belum berkembang sejak masih remaja atau bahwa orang tidak pernah mengubah kepribadian inti mereka.

Aplikasi, platform, dan ekosistem digital yang lebih luas bergeser dari jam ke jam. Sesuatu yang kamu pelajari beberapa tahun yang lalu mungkin sudah usang sekarang.

Jika berasumsi "tidak ada yang pernah berubah," kamu bahkan tidak akan pernah mencari alat atau ide terbaru yang dapat membuat hidup lebih mudah.

Hal yang sama berlaku untuk pertumbuhan pribadi, jika percaya bahwa kamu atau orang lain tidak dapat berubah, cenderung tidak memberikan ruang untuk kesempatan kedua atau perspektif baru.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore