Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 Maret 2025 | 23.48 WIB

7 Frasa yang Secara Langsung Akan Merusak Harga Diri Seseorang, Menurut Psikologi

7 Frasa yang Secara Langsung Akan Merusak Harga Diri Seseorang - Image

7 Frasa yang Secara Langsung Akan Merusak Harga Diri Seseorang

JawaPos.com - Pernahkah Anda mengatakan sesuatu tanpa berpikir dan kemudian menyadari bahwa itu menyakiti perasaan seseorang? Atau mungkin Anda pernah berada di posisi sebaliknyamendengar kata-kata yang tampaknya tidak berbahaya, tetapi entah bagaimana membuat Anda merasa kecil dan tidak berharga?

Kata-kata memiliki kekuatan yang luar biasa. Menurut psikologi, cara kita berbicara kepada orang lain dapat berdampak besar pada harga diri mereka. Tanpa disadari, kita mungkin telah mengucapkan frasa yang merusak kepercayaan diri seseorang, membuat mereka merasa tidak dihargai atau bahkan kehilangan motivasi.

Di era digital ini, di mana komunikasi sering kali terjadi dengan cepat melalui teks, media sosial, dan percakapan singkat, penting bagi kita untuk lebih menyadari dampak kata-kata kita. Dalam artikel ini, kita akan membahas 7 frasa yang sebaiknya dihindari karena dapat merusak harga diri seseorang menurut psikologi.

Dilansir JawaPos.com dari laman Geediting.com pada Minggu, 16 Maret 2025. Mari kita mulai!

1. “Mengapa kamu tidak bisa lebih seperti…?”

Frasa ini sering digunakan oleh orang tua, guru, atau atasan yang bermaksud mendorong seseorang untuk lebih baik. Namun, tanpa disadari, perbandingan semacam ini justru bisa sangat merusak harga diri seseorang.

Menurut penelitian psikologi, membandingkan seseorang dengan orang lain dapat menimbulkan perasaan tidak cukup baik, kurang berharga, dan bahkan menumbuhkan rasa iri yang tidak sehat. Alih-alih termotivasi, seseorang yang terus-menerus dibandingkan dengan orang lain justru bisa kehilangan kepercayaan diri dan merasa bahwa mereka tidak akan pernah cukup baik.

Solusi: Daripada membandingkan, fokuslah pada potensi dan pencapaian unik setiap individu. Misalnya, daripada berkata, "Mengapa kamu tidak bisa lebih seperti saudaramu yang rajin?", cobalah, "Aku tahu kamu punya cara sendiri untuk belajar, bagaimana kalau kita cari strategi yang cocok untukmu?"

2. “Itu hanya candaan, jangan dianggap serius”

Salah satu cara paling umum meremehkan perasaan seseorang adalah dengan mengatakan bahwa sesuatu hanyalah lelucon. Ini sering digunakan sebagai cara untuk menghindari tanggung jawab atas kata-kata yang menyakitkan.

Namun, menurut psikologi, perasaan seseorang adalah valid, terlepas dari niat orang yang berbicara. Jika seseorang merasa terluka, maka itu adalah pengalaman yang nyata bagi mereka. Mengabaikan perasaan seseorang dengan mengatakan "hanya candaan" dapat membuat mereka merasa tidak dihargai dan ragu terhadap diri sendiri.

Solusi: Jika seseorang mengungkapkan bahwa mereka merasa tersinggung, cobalah untuk mendengarkan dengan empati dan meminta maaf jika perlu. Mengatakan "Aku tidak bermaksud menyakitimu, aku akan lebih berhati-hati dengan kata-kataku" jauh lebih baik daripada mengabaikan perasaan mereka.

3. “Kamu terlalu sensitif”

Kalimat ini secara tidak langsung menyalahkan seseorang karena memiliki emosi. Faktanya, setiap orang memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda, dan tidak ada yang salah dengan itu.

Psikologi menunjukkan bahwa ketika seseorang terus-menerus diberitahu bahwa mereka "terlalu sensitif," mereka mungkin mulai menekan emosi mereka dan merasa tidak layak untuk mengungkapkan perasaan mereka. Ini dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan harga diri mereka dalam jangka panjang.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore