Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Maret 2025 | 05.47 WIB

7 Perilaku Pasangan yang Lebih Mementingkan Kontrol daripada Cinta Menurut Psikologi

Ilustrasi pasangan (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi pasangan (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Kita semua pernah mendengar pepatah, 'Cinta itu buta'. Gagasan ini romantis, bukan? Cinta dikatakan mampu melampaui kekurangan, mengabaikan ketidaksempurnaan, dan hanya melihat yang terbaik dalam diri seseorang.

Namun, ada satu kenyataan yang sering diabaikan: terkadang bukan cinta yang buta, tetapi kita yang memilih untuk tidak melihat. Kita sering kali gagal mengenali perilaku yang lebih mementingkan kontrol daripada kepedulian. Kita menganggapnya sebagai bagian dari hubungan yang normal, padahal sebenarnya itu bisa menjadi tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan.

Dilansir dari laman Geediting.com pada Rabu (12/3), berikut adalah tujuh tanda dari pasangan yang lebih tertarik pada kendali dibandingkan cinta sejati. Jika Anda melihat beberapa dari tanda ini dalam hubungan Anda, mungkin sudah saatnya untuk mengevaluasi kembali dinamika yang ada.

1. Melakukan Pengecekan secara Terus-menerus

Apakah pasangan Anda sering menghubungi Anda sepanjang hari, menanyakan di mana Anda berada, dengan siapa, dan apa yang sedang Anda lakukan?

Di permukaan, ini mungkin terlihat seperti perhatian yang manis. Namun, jika perilaku ini terjadi secara berlebihan dan membuat Anda merasa diawasi, itu bisa menjadi tanda bahwa pasangan Anda memiliki kebutuhan untuk mengendalikan Anda.

Dalam hubungan yang sehat, komunikasi didasarkan pada kepercayaan, bukan pemantauan berlebihan. Jika pasangan Anda terus-menerus mengecek Anda tanpa alasan yang jelas, ini bisa menunjukkan rasa tidak aman atau bahkan kecenderungan posesif.

Bagaimana mengatasinya?

  • Tetapkan batasan yang jelas tentang kapan dan bagaimana Anda ingin berkomunikasi.
  • Diskusikan perasaan Anda dan jelaskan bahwa kepercayaan adalah fondasi utama dalam hubungan.

Jika perilaku ini terus berlanjut meskipun Anda telah mengungkapkan ketidaknyamanan, mungkin ada baiknya mengevaluasi kembali hubungan tersebut.

2. Selalu Membuat Keputusan Tanpa Melibatkan Anda


Apakah Anda merasa pasangan Anda selalu mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan pendapat Anda?

Dari hal-hal kecil seperti memilih restoran untuk makan malam hingga keputusan besar seperti tempat tinggal, jika pasangan Anda selalu memiliki keputusan akhir, ini bisa menjadi tanda dominasi.

Dalam hubungan yang sehat, keputusan dibuat secara bersama-sama dengan mempertimbangkan kepentingan kedua belah pihak.

Bagaimana mengatasinya?

  • Ajukan pendapat Anda dan pastikan suara Anda dihargai.
  • Jangan takut untuk mengatakan "tidak" jika keputusan yang diambil tidak sesuai dengan keinginan atau kebutuhan Anda.

Jika pasangan Anda terus-menerus mengabaikan masukan Anda, ini bisa menjadi tanda bahwa hubungan tersebut tidak seimbang.

3. Sering Mengkritik Anda

Kritik yang membangun bisa membantu kita berkembang, tetapi jika pasangan Anda selalu mengkritik tanpa alasan yang jelas, ini bisa menjadi bentuk kontrol emosional.

Misalnya, jika setiap pilihan yang Anda buat, mulai dari gaya berpakaian hingga keputusan karier, selalu dikritik, ini dapat merusak kepercayaan diri Anda.

Bagaimana mengatasinya?

  • Perhatikan apakah kritik pasangan Anda bersifat membangun atau hanya untuk merendahkan.
  • Jangan ragu untuk menyuarakan ketidaknyamanan Anda jika kritik terasa menyakitkan atau merusak harga diri Anda.

Hubungan yang sehat adalah hubungan yang saling mendukung, bukan yang membuat Anda merasa tidak cukup baik.

4. Mengisolasi Anda dari Keluarga dan Teman

Salah satu tanda pasangan yang ingin mengontrol adalah menjauhkan Anda dari orang-orang terdekat. Mereka mungkin mulai dengan mengatakan bahwa teman Anda tidak baik untuk Anda, atau bahwa keluarga Anda tidak mengerti Anda.

Jika Anda merasa semakin jauh dari orang-orang yang biasanya mendukung Anda, ini bisa menjadi tanda bahwa pasangan Anda mencoba mengendalikan kehidupan sosial Anda.

Bagaimana mengatasinya?

  • Jangan biarkan pasangan Anda menjadi satu-satunya sumber dukungan emosional Anda.
  • Pertahankan hubungan dengan teman dan keluarga, meskipun pasangan Anda mencoba mencegahnya.

Jika pasangan Anda berusaha mengontrol dengan cara ini, mungkin sudah saatnya untuk mempertimbangkan apakah hubungan tersebut benar-benar sehat.

5. Memberikan Saran yang Tidak Diminta

Apakah pasangan Anda selalu memberi saran tentang cara Anda berpakaian, cara berbicara, atau bahkan cara berpikir, meskipun Anda tidak memintanya?

Saran yang diberikan terus-menerus tanpa diminta bisa menjadi tanda bahwa pasangan Anda tidak benar-benar menerima Anda apa adanya.

Bagaimana mengatasinya?

  • Ingatkan pasangan bahwa Anda adalah individu yang memiliki hak untuk membuat keputusan sendiri.

Jika saran yang diberikan tidak membantu atau hanya membuat Anda merasa kurang percaya diri, jangan ragu untuk mengabaikannya.

6. Tidak Menghormati Batasan Anda

Setiap orang memiliki batasan yang harus dihormati dalam hubungan. Jika pasangan Anda terus-menerus melanggar batasan Anda, baik secara emosional maupun fisik, ini adalah tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan.

Menghormati batasan menunjukkan bahwa pasangan Anda peduli dengan kenyamanan dan kesejahteraan Anda.

Bagaimana mengatasinya?

  • Jangan takut untuk menegaskan batasan Anda.

Jika pasangan Anda tidak menghormati batasan yang telah Anda tetapkan, mungkin saatnya untuk mempertimbangkan kembali hubungan tersebut.

7. Menimbulkan Rasa Bersalah untuk Mengontrol Anda

Jika pasangan Anda sering membuat Anda merasa bersalah untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, ini adalah bentuk manipulasi emosional.

Misalnya, mereka mungkin mengatakan, "Jika kamu benar-benar mencintaiku, kamu akan melakukan ini untukku," atau "Aku sudah banyak berkorban untukmu, tapi kamu tidak pernah menghargai."

Ini adalah cara untuk mengontrol Anda dengan menggunakan emosi dan rasa bersalah.

Bagaimana mengatasinya?

  • Jangan biarkan rasa bersalah menjadi alat untuk memanipulasi keputusan Anda.

Ingatkan diri Anda bahwa hubungan yang sehat tidak melibatkan pemaksaan melalui rasa bersalah.

Jika pola ini terus terjadi, pertimbangkan untuk mencari dukungan dari teman, keluarga, atau bahkan profesional.selalu berusaha memperbaikinya, itu adalah tanda bahwa Anda memiliki nilai yang tinggi.

Hubungan seharusnya membuat Anda merasa dicintai, dihormati, dan dihargai. Jika Anda merasa lebih sering dikendalikan daripada didukung, mungkin sudah saatnya untuk mengevaluasi kembali hubungan tersebut.

Jika Anda menemukan satu atau lebih tanda ini dalam hubungan Anda, ingatlah bahwa Anda memiliki hak untuk berbicara, menetapkan batasan, dan mencari hubungan yang lebih sehat.

Cinta sejati tidak pernah tentang kontrol. Cinta adalah tentang kebebasan, dukungan, dan saling menghormati.

Semoga artikel ini membantu Anda mengenali tanda-tanda hubungan yang tidak sehat dan memberikan wawasan untuk menciptakan hubungan yang lebih baik di masa depan.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore