
Ilustrasi orang yang cemas berlebihan pada kematian. (Freepik)
JawaPos.com – Ketakutan terhadap kematian memang bagian dari naluri manusia yang tak terhindarkan. Namun jika dibiarkan, ketakutan ini bisa menghalangi kita untuk menikmati hidup saat ini.
Bagi sebagian orang, ketakutan ini bahkan bisa berkembang menjadi sesuatu yang berlebihan hingga memengaruhi kehidupan sehari-hari. Tanpa disadari, mereka mulai mengadopsi kebiasaan tertentu yang justru memperkuat rasa cemas mereka.
Jika anda atau orang di sekitar anda menunjukkan kebiasaan 7 berikut, bisa jadi ada ketakutan mendalam terhadap kematian yang bersembunyi di baliknya, dikutip dari News Reports, Rabu (12/3).
Pernah merasa selalu berpikir negatif dan membayangkan hal buruk akan terjadi? Jika iya, anda mungkin mengalami catastrophizing, yaitu kecenderungan untuk membesar-besarkan kemungkinan terburuk dalam setiap situasi.
Misalnya, seseorang yang ketakutan berlebihan terhadap kematian mungkin sering berpikir, “Bagaimana kalau aku terkena penyakit mematikan?” atau “Bagaimana jika terjadi kecelakaan fatal?”
Pola pikir ini bisa membuat mereka sulit menikmati hidup dan terus-menerus dihantui rasa cemas.
Menjaga kesehatan itu penting, tapi bagaimana jika seseorang sangat terobsesi hingga takut mencoba makanan baru atau enggan bepergian karena takut terkena penyakit?
Misalnya, ada orang yang selalu membawa puluhan vitamin ke mana-mana, tidak mau makan di luar karena takut bahan makanannya tidak sehat, atau bahkan menghindari perjalanan jauh karena takut terpapar virus.
Jika niat awalnya untuk hidup sehat, tapi berujung pada kecemasan yang berlebihan, ini bisa menjadi tanda ketakutan irasional terhadap kematian.
Orang yang takut mati secara berlebihan sering kali membutuhkan reassurance atau kepastian bahwa mereka baik-baik saja. Ini bisa terlihat dari kebiasaan mereka yang sering mengecek kesehatan meski tidak ada gejala apa pun.
Mereka mungkin sering pergi ke dokter hanya untuk memastikan tidak ada penyakit serius, memeriksa denyut jantung secara berulang, atau terus-menerus bertanya kepada orang terdekat, “Aku baik-baik saja, kan?”
Meskipun meminta kepastian bisa memberikan ketenangan sesaat, ini bukan solusi jangka panjang. Justru, semakin sering mencari kepastian, semakin besar rasa cemas yang bisa muncul.
Kita semua mungkin merasa tidak nyaman membicarakan kematian. Namun, orang dengan ketakutan irasional terhadap kematian bisa menghindari topik ini secara ekstrem.
Mereka mungkin menolak menonton film atau membaca buku yang berkaitan dengan kematian, enggan menghadiri pemakaman, bahkan merasa gelisah ketika mendengar berita tentang kematian.
Alih-alih mengatasi rasa takut, kebiasaan ini justru memperkuat ketakutan mereka. Padahal, menerima kenyataan bahwa kematian adalah bagian alami dari kehidupan bisa membantu mengurangi rasa cemas tersebut.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
