Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Maret 2025 | 03.33 WIB

Orang yang Sering Berbohong dalam Hidupnya Biasanya Memiliki 8 Ciri Ini, Apa Saja Ya?

Ilustrasi orang yang sering berbohong (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Kebohongan kecil mungkin pernah kita ucapkan, tetapi ada perbedaan besar antara sekadar berbohong sesekali dan membangun seluruh hidup di atas kebohongan. Orang-orang yang terus-menerus berbohong cenderung memiliki pola tertentu dalam cara mereka berinteraksi dan berkomunikasi.

Mereka yang hidup dalam kebohongan sering kali menunjukkan kebiasaan khas yang bisa menjadi tanda peringatan bagi orang di sekitarnya. Jika Anda ingin mengetahui apakah seseorang termasuk dalam kategori ini, perhatikan delapan tanda berikut.

Dilansir dari laman Geediting, Senin (10/03), berikut adalah delapan kebiasaan yang sering dimiliki oleh orang yang membangun hidupnya di atas kebohongan.

1. Mereka adalah Pendongeng Ulung

Siapa yang tidak suka mendengar cerita menarik? Orang yang sering berbohong biasanya memiliki keterampilan bercerita yang luar biasa.

Mereka bisa menyusun narasi yang sangat meyakinkan hingga sulit dibedakan dari kenyataan. Namun, di balik cerita yang tampak mengagumkan, sering kali tersembunyi fakta yang dipelintir atau bahkan dibuat-buat. Jika seseorang sering bercerita secara berlebihan atau dramatis, bisa jadi itu adalah cara mereka menutupi kebohongan.

2. Ceritanya Selalu Berubah-ubah

Salah satu tanda paling jelas dari seorang pembohong adalah ketidakkonsistenan dalam cerita mereka.

Misalnya, seseorang mungkin pernah menceritakan pengalaman menang besar di kasino, tetapi beberapa bulan kemudian, cerita itu berubah menjadi pelajaran hidup tentang kecanduan judi. Perubahan kecil dalam cerita bisa menjadi tanda bahwa seseorang tidak jujur dan sedang mencoba menyesuaikan kebohongan mereka agar tetap meyakinkan.

3. Mereka Sangat Defensif saat Ditanya

Orang yang jujur biasanya bisa mengakui kesalahan atau memberikan klarifikasi jika ada kesalahpahaman. Sebaliknya, pembohong cenderung bersikap defensif atau marah ketika cerita mereka dipertanyakan.

Secara psikologis, ini dikenal sebagai cognitive dissonance, yaitu ketidaknyamanan mental yang terjadi ketika seseorang dihadapkan pada informasi yang bertentangan dengan keyakinan atau kebohongan yang mereka buat. Alih-alih mengakui kesalahan, mereka lebih memilih membela diri atau menyalahkan orang lain.

4. Mereka Sering Melebih-lebihkan dan Membuat Cerita Terlalu Rumit

Orang yang hidup dalam kebohongan sering kali menyusun cerita yang terlalu rumit dengan banyak detail yang tidak perlu.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore