Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Maret 2025 | 06.58 WIB

Orang yang Sering Overthinking dan Dipenuhi Pikiran di Malam Hari Biasanya Menunjukkan 7 Perilaku Ini, Tanpa Mereka Sadari

Ilustrasi orang yang overthinking. (freepik.com/freepik) - Image

Ilustrasi orang yang overthinking. (freepik.com/freepik)

JawaPos.com - Ada orang yang bisa langsung tertidur begitu kepala menyentuh bantal. Namun, bagi overthinker, malam hari justru jadi waktu di mana pikiran tak berhenti berputar.

Jika kamu termasuk orang yang sering overthinking di malam hari, kamu mungkin tidak menyadari bahwa kebiasaan ini bisa memengaruhi berbagai aspek kehidupan.

Mulai dari cara memproses informasi, mengambil keputusan, hingga berinteraksi dengan orang lain, semuanya bisa dipengaruhi oleh pikiran yang terus bekerja tanpa henti.

Dilansir dari Geediting pada Sabtu (8/3), berikut adalah tujuh perilaku yang sering ditunjukkan oleh orang yang mengalami overthinking di malam hari, biasanya tanpa mereka sadari.

1. Sering Memutar Ulang Percakapan di Kepala
Pernahkah kamu berbaring di tempat tidur dan tiba-tiba memikirkan kembali obrolan yang terjadi di siang hari?

Entah itu komentar sepele di rapat atau pesan singkat ke teman, pikiranmu terus memutar ulang setiap detailnya.

Orang yang overthinking cenderung menganalisis ulang setiap kata dan nada suara. "Apakah aku mengatakan sesuatu yang salah? Apakah mereka tersinggung?" Padahal, kebanyakan orang lain sudah melupakan percakapan tersebut.

2. Sulit 'Mematikan' Pikiran Saat Waktu Tidur
Bagi overthinker, waktu tidur bukan hanya untuk beristirahat, melainkan juga waktu untuk memproses segala hal yang belum selesai sepanjang hari. Meskipun tubuh lelah, otak justru semakin aktif begitu kepala menyentuh bantal.

Pikiran mulai membahas email yang belum terkirim, percakapan yang terasa kurang pas, hingga kenangan lama yang tiba-tiba muncul tanpa alasan. Bahkan ketika berusaha berhenti berpikir, upaya itu justru memicu lebih banyak pikiran.

3. Sering Meragukan Keputusan Kecil
Overthinker tidak hanya menganalisis keputusan besar dalam hidup, tetapi juga hal-hal sepele. Memilih menu di restoran atau menentukan sapaan di email bisa berubah menjadi perdebatan panjang di dalam pikiran.

Otak mereka memproses ketidakpastian sebagai ancaman, memicu respons stres yang membuat keputusan kecil terasa sangat penting. Akibatnya, mereka sering terjebak dalam siklus keraguan yang melelahkan.

4. Membuat Skenario Hipotetis yang Berlebihan
Orang yang overthinking tidak hanya memikirkan masa lalu, tetapi juga membayangkan berbagai kemungkinan di masa depan. Mereka menciptakan skenario "bagaimana jika" yang sering kali tidak akan terjadi.

"Bagaimana jika aku mengatakan hal ini dan reaksinya buruk? Bagaimana jika aku membuat keputusan yang salah?" Meskipun terkadang bermanfaat untuk perencanaan, kebiasaan ini lebih sering memicu kecemasan yang tidak perlu.

5. Selalu Mengingat Kesalahan di Masa Lalu
Kesalahan kecil yang terjadi bertahun-tahun lalu bisa tiba-tiba muncul di benak seorang overthinker. Momen memalukan atau keputusan yang disesali terasa seolah baru saja terjadi kemarin.

Meskipun orang lain sudah melupakan kejadian tersebut, otak overthinker terus memutar ulang setiap detailnya. Mereka merasa seolah harus merenungi kesalahan itu berulang kali, meskipun hal tersebut tidak akan mengubah apa pun.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore