Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Maret 2025 | 20.40 WIB

Pria Selingkuh Biasanya Menunjukkan 5 Perilaku Berikut, Salah Satunya Bersikap Defensif

Ilustrasi seorang pria diam-diam selingkuh. (Freepik) - Image

Ilustrasi seorang pria diam-diam selingkuh. (Freepik)

JawaPos.com – Perselingkuhan tidak terjadi begitu saja. Biasanya ada tanda-tanda perilaku halus yang muncul jauh sebelum seseorang benar-benar berbuat hal tercela tersebut.

Pria yang selalu berakhir dengan perselingkuhan cenderung memiliki pola tertentu dalam cara mereka bertindak dalam hubungan. Perilaku ini mungkin tidak tampak seperti tanda bahaya pada awalnya, tetapi seiring waktu, mereka mulai menunjukkan gambaran yang lebih jelas.

Dilansir dari laman Geediting, berikut 5 perilaku pria yang sering melakukan perselingkuhan, salah satunya bersikap defensif.

1. Mudah untuk bermain-main

Beberapa pria tampaknya tidak bisa berkomitmen sepenuhnya, bahkan saat mereka sedang menjalin hubungan. Mereka mungkin berkata mereka sudah siap, tetapi tindakan mereka menunjukkan hal yang berbeda.

Mereka adalah orang-orang yang selalu menjauh dari orang lain. Mereka terlalu banyak menggoda, menjalin hubungan dekat dengan mantan, atau menggunakan aplikasi kencan hanya untuk bersenang-senang.

Awalnya, hal ini mungkin tampak tidak berbahaya bahkan mungkin normal. Namun seiring berjalannya waktu, pola ini mengungkap masalah yang lebih dalam: mereka tidak pernah benar-benar menutup kemungkinan lain.

Saat ketika seseorang selalu menjaga pilihannya terbuka, hanya masalah waktu sebelum mereka memilih satu.

2. Bersikap defensif

Sikap defensif itu adalah tanda bahaya yang besar. Orang yang tidak punya sesuatu untuk disembunyikan tidak akan bereaksi berlebihan terhadap pertanyaan-pertanyaan mendasar. Namun, ketika seseorang bersikap rahasia, bahkan percakapan yang tidak berbahaya pun dapat terasa seperti ancaman bagi mereka.

3. Menginginkan validasi secara konstan

Beberapa pria memiliki kebutuhan tak terbatas akan perhatian dan kekaguman, serta tidak peduli seberapa banyak yang mereka dapatkan, itu tidak akan pernah cukup. Mereka menyukai pujian, rayuan, dan perasaan diinginkan terkadang dari banyak orang sekaligus.

Psikolog menggambarkan hal ini sebagai tanda rendahnya harga diri atau bahkan kecenderungan narsistik. Ketika seseorang mengandalkan validasi eksternal untuk merasa senang dengan dirinya sendiri, mereka mungkin mencarinya di mana pun mereka dapat menemukannya, bahkan di luar hubungan sahmereka.

Awalnya, mungkin tampak seperti pesona yang tidak berbahaya. Namun seiring waktu, keinginan untuk diakui ini dapat berubah menjadi pola mencari perhatian dengan cara yang melewati batas. Lalu ketika kekaguman dari satu orang tidak lagi terasa cukup, mereka mulai mencari ke tempat lain.

4. Menuduh pasangan sahnya cemburu dan posesif

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore