JawaPos.com - Banyak orang tua yang tak menyadari bahwa pola asuhnya membuat anak merasa tak lagi dicintai atau bahkan tak pasntas dicintai.
Cara orang tua berinteraksi dengan anak—baik melalui perkataan, tindakan, atau bahkan hal-hal yang tidak mereka katakan—dapat membentuk cara anak melihat diri mereka sendiri dan dunia.
Beberapa pola asuh, meskipun tidak disengaja, bisa membuat anak merasa jauh secara emosional, tidak diperhatikan, atau bahkan tidak cukup baik.
Menurut psikologi, berikut adalah 10 perilaku orang tua yang dapat menyebabkan anak tumbuh dengan perasaan tidak benar-benar dicintai, dikutip dari News Reports, Selasa (4/3).
1. Mengabaikan Perasaan Anak
Anak-anak tidak hanya butuh makanan, pakaian, dan tempat tinggal, tetapi juga perlu merasa dipahami secara emosional. Ketika orang tua meremehkan atau mengabaikan emosi anak, anak bisa merasa tidak dianggap penting.
Psikolog John Bowlby mengatakan bahwa jika seorang anak tidak bisa mengungkapkan emosinya kepada orang tua, ia mungkin akan kesulitan memahami perasaannya sendiri di masa depan.
2. Memberikan Kasih Sayang dengan Syarat
Jika seorang anak hanya mendapatkan perhatian dan kasih sayang saat mereka berprestasi, mereka akan belajar bahwa cinta harus "diperoleh." Seiring waktu, ini bisa membuat mereka tumbuh dengan perasaan bahwa mereka hanya berharga jika mereka berhasil.
Psikolog Carl Rogers mengatakan bahwa penerimaan tanpa syarat sangat penting agar seseorang bisa berkembang dan merasa cukup dengan dirinya sendiri.
3. Membuat Anak Merasa Beban
Beberapa orang tua mungkin tidak menyadari bahwa keluhan seperti “Kamu merepotkan sekali” atau “Aku sudah berkorban banyak untukmu” bisa membuat anak merasa tidak diinginkan.
Anak yang terus-menerus mendapat pesan ini bisa tumbuh dengan perasaan bahwa keberadaan mereka adalah masalah, bukan kebahagiaan.
4. Tidak Pernah Meminta Maaf
Jika orang tua tidak pernah mengakui kesalahan mereka, anak belajar bahwa kekuatan lebih penting daripada tanggung jawab. Anak yang dibesarkan dengan pola ini bisa tumbuh menjadi orang dewasa yang merasa bersalah atas perasaannya sendiri atau kesulitan meminta maaf.
Psikolog Carl Jung mengatakan bahwa anak-anak belajar lebih banyak dari tindakan orang tua dibandingkan kata-kata mereka. Jika orang tua tidak pernah meminta maaf, anak juga tidak akan belajar untuk melakukannya.
5. Melakukan Segalanya untuk Anak
Terlalu banyak membantu anak justru bisa membuat mereka merasa tidak mampu dan tidak percaya diri. Anak-anak perlu diberi kesempatan untuk menghadapi tantangan dan menemukan solusinya sendiri.
Menurut psikolog Erik Erikson, kemandirian bukan sesuatu yang bisa diberikan begitu saja, melainkan harus ditemukan oleh anak melalui pengalaman mereka sendiri.
6. Membandingkan Anak dengan Orang Lain
Ucapan seperti “Kenapa kamu tidak bisa seperti kakakmu?” atau “Lihat temanmu, dia lebih pintar” tidak akan memotivasi anak, justru bisa membuat mereka merasa tidak cukup baik.
Alih-alih membandingkan, lebih baik fokus pada usaha dan perkembangan anak sendiri. Sebuah apresiasi sederhana seperti “Aku bangga dengan usahamu” bisa membuat anak merasa lebih dihargai.
7. Mengabaikan Minat dan Impian Anak
Ketika anak bersemangat tentang sesuatu tetapi orang tua meremehkannya, mereka bisa merasa bahwa minat dan impian mereka tidak penting.
Dukungan orang tua, meskipun pada hal-hal kecil, bisa membuat anak merasa dicintai dan percaya diri untuk mengejar apa yang mereka sukai di masa depan.
8. Menggunakan Rasa Bersalah sebagai Alat Kontrol
Beberapa orang tua tidak langsung memarahi anak, tetapi menggunakan rasa bersalah untuk mengendalikannya, misalnya dengan mengatakan, “Setelah semua yang aku lakukan untukmu, kamu tega melakukan ini?”
Anak yang tumbuh dalam kondisi ini bisa kesulitan mengatakan “tidak” di masa depan dan selalu merasa bertanggung jawab atas kebahagiaan orang lain, bahkan dengan mengorbankan dirinya sendiri.
9. Menyembunyikan Masalah dari Anak
Banyak orang tua berpikir bahwa mereka harus selalu terlihat kuat di depan anak. Namun, jika anak hanya melihat orang tua yang seolah-olah "sempurna," mereka bisa merasa bahwa memiliki masalah atau kesulitan adalah sesuatu yang salah.
Menurut psikolog Brené Brown, anak-anak tidak butuh orang tua yang sempurna, tetapi orang tua yang bisa menunjukkan bahwa manusia boleh berjuang dan tetap layak dicintai.
10. Tidak Menunjukkan Kasih Sayang dengan Cara yang Dipahami Anak
Setiap anak memiliki cara berbeda dalam menerima kasih sayang. Beberapa mungkin membutuhkan kata-kata afirmasi, sementara yang lain merasa dicintai melalui pelukan atau kebersamaan.
Jika orang tua hanya menunjukkan cinta dengan cara mereka sendiri tanpa memperhatikan bagaimana anak menerimanya, anak bisa merasa kurang diperhatikan meskipun orang tua sebenarnya menyayangi mereka.