
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) resmi menggunakan romi tahanan usai menjalanin pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (16/10/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo sebagai tersangka dugaan suap pemeriksaan laporan keuangan, pengadaan barang dan jasa, serta penerimaan terkait tambang galian c. Penetapan tersangka itu dilakukan setelah KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Kabupaten Klaten, pada Kamis (15/10).
Selain Bupati Klaten, KPK juga menetapkan Kepala BPK Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dan pihak swasta dari PT Madani Winasis Creative (MWC) Muhammad Amin Wahyu Utomo. Ketiga tersangka itu saat ini telah ditahan oleh KPK untuk 20 hari pertama di rumah tahanan negara (Rutan) KPK, Jakarta.
"Setelah ditemukan kecukupan alat bukti pada tahap penyidikan, KPK menetapkan tiga orang sebagai tersangka," kata Plt Direktur Penyidikan (Dirdik) KPK, Achmad Taufik Husein dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (16/10) malam.
Hamenang Wajar Ismoyo terjerat lima klaster kasus yang terungkap dalam OTT KPK. Klaster pertama terkait pemberian uang soal pemeriksaan laporan keuangan Kabupaten Klaten tahun 2025.
KPK menyebut bahwa pada April 2026, BPK Perwakilan Provinsi Jateng melaksanakan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Klaten tahun 2025.
Dalam pemeriksaan tersebut, ditemukan kelebihan pembayaran honorarium sebesar kurang lebih Rp 5 miliar, terdiri dari honorarium narasumber sosialisasi peraturan yang tidak sesuai dengan jam pelaksanaan sebesar Rp 4,16 miliar serta kelebihan honor pelaksana kegiatan sebesar Rp 1,02 miliar.
"Bahwa atas temuan tersebut, Sdr. HWI selaku Bupati Klaten periode 2025-2030 dan AGS selaku Inspektur Daerah Pemkab Klaten, melakukan pertemuan di Semarang dengan Sdr. IHS selaku Kepala Bidang Pemeriksaan Jateng 3 dari BPK Perwakilan Jateng dan Sdr. ALU selaku Kalan BPK Jawa Tengah (Jateng)," ungkapnya.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas tentang rencana dropping dua temuan terkait kelebihan pembayaran honorarium sebesar kurang lebih Rp 5 miliar.
"Bahwa kemudian, menindaklanjuti pertemuan tersebut, dilakukan pertemuan lanjutan di Semarang pada Mei 2026 antara HWI dengan ALU, dalam rangka negosiasi agar temuan pemeriksaan tersebut dihapus dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP)," ucapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fulham vs Hull City: The Tigers Berpeluang Menang Tipis di Craven Cottage
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah
Prediksi Skor Lille vs Brest di Liga Prancis: Verdonk Starter, Les Dogues Berjaya di Pierre Mauroy
Prediksi Susunan Pemain Real Betis vs Barcelona: Yamal dan Adeyemi Jadi Andalan
Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart: Die Roten Siap Pesta Gol di Volksparkstadion
Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Los Rojiblancos Pertahankan Laju Positif
Prediksi Skor PSGC Ciamis vs PSIS Semarang di Pegadaian Championship: Tuan Rumah Hadapi Ujian Berat
Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Genoa: Santiago Castro Siap Jadi Andalan
Prediksi Skor Semen Padang vs PSMS di Championship: Kabau Sirah Bidik Kemenangan Kandang Perdana
Prediksi RANS Nusantara vs Persela Lamongan: Laskar Joko Tingkir Berburu Kemenangan di Malang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022