Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 September 2026 | 22.24 WIB

Seorang ASN Komcad Meninggal Dunia Saat Latsarmil, YLBHI Desak Presiden Hentikan Program

Kemhan menutup Latsarmil Komcad ASN di Lanud TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Jumat (5/6). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com) - Image

Kemhan menutup Latsarmil Komcad ASN di Lanud TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Jumat (5/6). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kabar duka dari latihan dasar militer (latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) Aparatur Sipil Negara (ASN) mendapat atensi dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Mereka mendesak program itu dihentikan setelah seorang ASN bernama Vanreko Varkas Bagaskara meninggal dunia di tengah jalannya program.

Vanreko merupakan salah seorang ASN dari Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) yang mengikuti pembentukan Komcad ASN Gelombang II. Menurut Ketua YLBHI M. Isnur, kabar meninggalnya Vanreko menambah catatan peserta yang meninggal dunia dalam latsarmil. Sebelumnya, 5 orang yang mengikuti agenda serupa untuk menyiapkan manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Merah Putih meninggal dunia.

”Ketika itu penjelasan resmi pun berhenti pada diagnosis. YLBHI memandang kematian almarhum tidak bisa dilepaskan dari kebijakan yang sejak awal bermasalah, baik dari cara peserta direkrut, cara mereka dilatih, maupun posisi hukum mereka setelah ditetapkan sebagai Komcad,” terang dia pada Senin (28/9).

Karena itu, Isnur menyatakan bahwa YLBHI mendesak Presiden Prabowo Subianto menghentikan pelibatan ASN dan CPNS dalam Latsarmil Komcad. Dia juga meminta agar Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menunda penetapan Komcad Gelombang II yang dijadwalkan pada 7 Oktober 2026 mendatang.

Menurut Isnur, yang harus dilakukan saat ini adalah pemantauan dan penyelidikan atas kematian Vanreko. Termasuk dengan melibatkan lembaga eksternal seperti Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan Ombudsman Republik Indonesia (ORI).

”⁠Kementerian Pertahanan membuka kepada publik kronologi lengkap peristiwa, rekam medis almarhum sejak awal latihan, kondisi cuaca dan beban latihan, protokol pencegahan heat stroke,” kata dia.

Selain itu, YLBHI mendorong pihak kepolisian melakukan pengusutan dugaan penyebab kematian Vanreko. ⁠Kementerian PANRB juga diminta bertindak dengan mencabut keterkaitan antara keikutsertaan Komcad dan penilaian karier ASN. Terakhir, mereka meminta agar UU PSDN direvisi.

Diberitakan sebelumnya, Tim Kesehatan Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. Esnawan Antariksa mengungkap penyebab meninggalnya ASN Komcad bernama Vanreko Varkas Bagaskara pada Sabtu (26/9). Dia mengalami heat stroke di tengah-tengah menjalani Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Pembentukan Komcad ASN Gelombang II.

Kepala RSAU dr. Esnawan Antariksa Kolonel Kes dr. Iman Fathurrohman menyampaikan bahwa Vanreko sudah mendapatkan penanganan darurat sesaat setelah didiagnosa mengalami serangan penat panas atau heat stroke saat mengikuti rangkaian kegiatan di Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

”Almarhum telah mendapatkan upaya pertolongan medis secara maksimal, terpadu, dan responsif, sejak timbulnya gejala awal di lapangan hingga penanganan rujukan intensif di ruang ICU,” kata dia.

Editor: Kuswandi
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore