
Wakil Ketua Pansus Papua DPD RI Filep Wamafma meminta Presiden Prabowo Subianto mengambil keputusan politik nasional untuk mengakhiri peristiwa kekerasan di Papua yang terus menelan korban dari unsur warga sipil. (DPD RI)
JawaPos.com - Penembakan 3 orang pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya pada Rabu sore (9/9) memantik reaksi dari Wakil Ketua Pansus Papua DPD RI Filep Wamafma. Dia meminta Presiden Prabowo Subianto segera bersikap karena peristiwa kekerasan terhadap warga sipil di Papua terus berulang.
Menurut Filep, warga sipil di Papua merupakan kelompok paling rentan. Apalagi di tengah konflik bersenjata yang masih terjadi. Karena itu, dia menilai butuh sikap politik nasional dari presiden untuk mengakhiri peristiwa-peristiwa berdarah di Papua yang kerap kali memakan korban jiwa, termasuk dari kalangan sipil.
”Pemerintah perlu segera menyikapi agar kejadian serupa tidak berulang dan terus berlarut-larut. Presiden sudah waktunya mengambil keputusan politik nasional untuk menyelesaikan konflik Papua yang telah berlangsung terlalu lama,” kata dia pada Jumat (11/9).
Berdasar data dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), pada semester I 2026 telah terjadi 42 peristiwa konflik di Papua. Sebanyak 59 korban meninggal dunia dan 50 korban luka. Di antara korban meninggal, 43 orang merupakan warga sipil, 8 anggota TNI-Polri, dan 8 anggota kelompok bersenjata.
”Perlindungan masyarakat sipil harus menjadi prioritas sekaligus indikator utama keberhasilan kebijakan di Papua,” ujarnya.
Filep menyatakan bahwa setiap warga di Papua harus bebas dari rasa takut dan ancaman. Mereka berhak hidup, bekerja, bersekolah, berobat, bepergian dan memperoleh pelayanan pemerintah tanpa takut menjadi korban tindak kekerasan. Untuk itu, negara wajib memberikan perlindungan dan rasa aman kepada seluruh warga sipil di Papua.
Dirinya tidak menampik bahwa Berbagai program pembangunan dan kesejahteraan sudah dilaksanakan. Pendekatan keamanan juga sudah berlangsung lama. Dia menyebut, TNI-Polri dikerahkan ke Papua melalui berbagai operasi.
”Namun, jika setelah semua itu warga sipil masih ditembak, maka pemerintah harus berani mengevaluasi efektivitas strategi penyelesaian konflik secara menyeluruh dan tuntas,” tegasnya.
Karena itu, Filep mendorong Presiden Prabowo memimpin evaluasi nasional penanganan konflik Papua. Presiden juga perlu menetapkan peta jalan penyelesaian konflik yang memiliki target waktu, indikator keberhasilan, pembagian tanggung jawab antarlembaga, serta mekanisme pengawasan yang terukur.
”Prioritas pertama harus perlindungan masyarakat sipil, melalui pengamanan jalur pelayanan publik, perlindungan tenaga kesehatan, guru, ASN, pekerja pembangunan, masyarakat adat, perempuan dan anak, serta penanganan serius terhadap masyarakat yang mengungsi akibat konflik,” bebernya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022