
Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah di rumah tahanan Merah Putih KPK, Jumat (24/7/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Proses hukum terhadap eks Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah diwarnai perang narasi.
Tak sedikit buzzer dan influencer menyuarakan narasi pro dan kontra. Pemerintah dan aparat didorong turun tangan agar tidak terjadi bias dalam persepsi publik terhadap kasus tersebut.
Menurut pemerhati media sosial Tuhu Nugraha, pro dan kontra merupakan hal biasa di alam demokrasi, termasuk di media sosial.
Yang berbahaya adalah manipulasi narasi, deepfake menyesatkan, intimidasi, fitnah, serta konflik kepentingan yang tersembunyi.
Semua berpotensi mengaburkan fakta dalam proses hukum yang berjalan. Karena itu, harus ada campur tangan pemerintah dan aparat untuk meredam.
”Tidak semua kritik dapat langsung disebut hoaks, kritik harus dijawab dengan data dan bukti, bukan sekadar label,” kata dia dalam keterangan resmi pada Sabtu (1/8).
Tuhu menilai, pemerintah dan aparat penegak hukum punya tanggung jawab besar untuk meredam kekacauan informasi yang bermunculan tanpa dasar.
Dia menyebut, legitimasi institusi hanya bisa dibangun melalui transparansi, konsistensi, dan perlakuan hukum yang adil. Dengan begitu, masyarakat tidak mudah termakan disinformasi.
Karena itu, Tuhu menekankan bahwa yang seharusnya dibatasi dan ditindak bukanlah perbedaan pendapat di ruang publik, melainkan beberapa hal yang bisa mengaburkan fakta dalam proses hukum.
Jangan sampai perang narasi itu menjadi polarisasi yang meluas. Apalagi sampai keluar dari ruang digital. Publik perlu dijaga agar tidak termakan buzzer atau pendengung.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022