Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 Juli 2026 | 04.39 WIB

Polisi Sisir CCTV RS, Usut Kematian Janggal Sutrimo yang Disebut Karumga Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Aparat kepolisian memasang garis polisi di Klinik Mordent, tempat diduga ditemukannya Sutrimo, penjaga rumah mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu malam (26/7). (Muhamad Ridwan/JawaPos.com) - Image

Aparat kepolisian memasang garis polisi di Klinik Mordent, tempat diduga ditemukannya Sutrimo, penjaga rumah mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu malam (26/7). (Muhamad Ridwan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Polisi mulai menyisir rekaman CCTV di RS Muhammadiyah Taman Puring untuk mengusut misteri kematian Sutrimo. Pria yang disebut-sebut merupakan Kepala Rumah Tangga (Karumga) mantan Jampidsus Febrie Adriansyah tersebut sebelumnya ditemukan tak sadarkan diri di Kebayoran Baru sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Aparat kepolisian tampak berada di area rumah sakit guna mengumpulkan petunjuk dan memperjelas kronologi kejadian. Pemeriksaan rekaman kamera pengawas menjadi fokus awal petugas untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Kedatangan Jenazah dan Olah Rekaman CCTV

Petugas keamanan RS Muhammadiyah Taman Puring, Okhi, mengonfirmasi keberadaan sejumlah personel kepolisian di area lobi serta ruang CCTV. Pihak kepolisian datang untuk meminta penjelasan langsung terkait kondisi korban saat pertama kali diantar ke rumah sakit.

"Ada yang lagi nyidik di CCTV di bawah," ujar Okhi kepada JawaPos.com, Minggu (26/7).

Okhi menjelaskan, korban tiba di rumah sakit pada Kamis (23/7) pagi dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Menurutnya, jenazah dibawah hanya untuk meminta keterangan meninggal dunia.

"Kalau untuk masuknya itu sekitar jam 10.00 WIB atau 11.30 WIB pagi. Pas tiba emang udah plus, udah meninggal. Nah, katanya ke sini hanya minta surat kematian," ungkap Okhi.

Menggunakan Ambulans Online dan Kondisi Korban

Menurut Okhi, korban dibawa oleh dua orang pengemudi ambulans, yang kemudian disusul oleh dua orang lainnya untuk mengurus proses pemulasaraan jenazah. Ambulans tersebut diduga dipesan secara online oleh pihak yang belum diketahui identitasnya.

"Sini (bagian dada) basah. Ya saya terima, saya langsung masukin ke UGD. Ditanganin sama dokter, terus minta surat kematian," tutur Okhi.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore