Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 Juli 2026 | 19.55 WIB

Hotman Paris Ungkap Kronologi Ucapan "Lu Punya Otak Nggak Sih?", Klaim Pernyataan Dipotong

Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea mendatangi Gedung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) di Kejaksaan Agung, Jakarta, pada Jumat (17/7/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea mendatangi Gedung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) di Kejaksaan Agung, Jakarta, pada Jumat (17/7/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf atas ucapannya kepada wartawan, dalam konferensi pers terkait perkara korupsi yang menjerat kliennya, mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.

Hotman menjelaskan, ucapan "lu punya otak nggak sih?" yang belakangan viral tidak bisa dipisahkan dari rangkaian tanya jawab yang terjadi saat konferensi pers, yang berlamgsung di Kompleks Kejagung, Jakarta, Jumat malam (17/7).

Ia mengaku telah berulang kali menegaskan tidak memiliki kapasitas untuk menjawab pertanyaan mengenai dugaan adanya agenda tersembunyi dari sebuah institusi penegak hukum.

"Dengan ini saya menyatakan maaf yang sebesar-besarnya, atas pernyataan saya pada waktu konferensi pers di kasus mantan Jampidsus yang mengatakan 'lu punya otak nggak sih'," kata Hotman dalam klarifikasi pada akun Instagram pribadinya, Senin (20/7).

Ia menyebut, pemberitaan yang beredar hanya menampilkan bagian potongan dari pernyataan yang disampaikan secara lengkap, tanpa menyertakan kronologi yang menjadi latar belakang ucapan tersebut.

"Perlu saya jelaskan yang dikutip oleh media hanya bagan akhirnya, tidak dikutip secara utuh kenapa saya mengucapkan begitu. Fakta kenyataannya adalah wartawan pertama bertanya kepada saya apakah instansi terkait punya hidden agenda atau acara tersembunyi, saya jawab saya tidak tau saya tidak punya kapasitas itu," tegasnya.

Hotman menuturkan, situasi menjadi emosional ketika dirinya belum selesai menjawab pertanyaan pertama, tetapi wartawan lain kembali menanyakan dugaan adanya kesalahan yang dilakukan institusi tersebut.

"Belum selesai saya jawab, tiba-tiba wartawan kedua bertanya, 'apakah instansi tersebut melakukan kekeliruan?' Akhirnya saya emosi, karena saya udah bolak balik saya tidak tau, akhirnya saya jawab 'Kamu punya otak nggak sih?'. Maksudnya saya udah jawab tadi tidak tahu," beber Hotman.

Ia pun menegaskan, dirinya tidak memiliki kewenangan maupun informasi untuk menilai apakah terdapat agenda tersembunyi di balik langkah yang diambil aparat penegak hukum.

"Saya tidak mungkin menjawab hidden agenda dari suatu institusi penegak hukum," jelasnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore