Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Mei 2026 | 01.51 WIB

Sebar Hoax Dibegal di Jakbar, Model Ansy Jan De Vries Ternyata Bisulan

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan keterangan kepada awak media di Jakarta. (Polda Metro Jaya) - Image

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan keterangan kepada awak media di Jakarta. (Polda Metro Jaya)

JawaPos.com - Polisi akhirnya mengungkap penyebab luka pada tubuh model Ansy Jan De Vries. Bukan karena serangan begal, hasil visum menunjukkan bahwa luka tersebut disebabkan oleh bisul yang pecah. Informasi itu disampaikan setelah Polda Metro Jaya memanggil model perempuan tersebut pada Kamis (21/5).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto memastikan bahwa informasi viral yang membuat geger jagat media sosial (medsos) tidak benar. Jajaran kepolisian di Jakarta sudah memastikan bahwa Ansy Jan De Vries tidak pernah diserang oleh begal di wilayah Kebon Jeruk, Jakarta Barat (Jakbar).

”Sudah visum, terhadap luka tersebut adalah bisul meletus bukan karena bacokan pelaku begal,” ucap Kombes Budi kepada awak media pada Jumat (22/5).

Budi menyatakan bahwa pihaknya sudah melakukan penyelidikan atas kabar viral yang menyebut Ansy Jan De Vries diserang begal hingga terluka parah. Pemeriksaan medis dalam proses penyelidikan itu memastikan bahwa yang bersangkutan tidak pernah diserang begal.

Menurut perwira menengah Polri dengan tiga kembang di pundak tersebut, Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Metro Jaya sudah meminta klarifikasi dari Ansy Jan De Vries terkait motif penyebaran kabar bohong tersebut di media sosial.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin pun memastikan hal itu setelah jajarannya dari level polsek sampai polres di Jakbar melakukan pendalaman. Termasuk mendatangkan Ansy ke Polda Metro Jaya. Dia mengingatkan, penggunaan medsos yang tidak bijak bisa memicu keresahan publik.

”Kami mengimbau kepada masyarakat mari kita sama-sama gunakan media sosial dengan baik dan bijak,” kata Iman.

Iman mengakui, medsos tidak jarang membantu masyarakat dan polisi untuk mengungkap tindak kejahatan. Namun demikian, dia mengingatkan bahwa tidak sedikit informasi viral di medsos tidak sesuai dengan fakta yang sesungguhnya. Karena itu, petugas kepolisian selalu melakukan verifikasi dan pemeriksaan secara mendalam atas berbagai kabar viral di medsos.

”Karena dari beberapa berita viral yang ada di media sosial, setelah kami konfirmasi dan kami lakukan verifikasi, ternyata informasi tersebut tidak benar, ternyata informasi tersebut hoaks,” ucap dia.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore