
Penampakan Taksi Green SM yang tertabrak KRL Commuterline yang di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4) masih terekam jelas dalam ingatan sopir taksi listrik Green SM, Richard Rudolf Passelima. Khususnya detik-detik mencekam sebelum KRL menemper mobil yang dia kemudian. Karena mati mesin, dia harus keluar dari jendela.
Momen itu telah disampaikan oleh Richard kepada penyidik Polda Metro Jaya. Sejauh ini, petugas sudah 2 kali meminta keterangan dari yang bersangkutan. Utamanya berkaitan dengan rangkaian peristiwa sebelum taksi yang dia bawa hancur tertabrak KRL lintas Cikarang.
”Sopir menjelaskan, yang bersangkutan baru beberapa hari bekerja di taksi online (Green SM) tersebut. Mendaftar, melamar, dan dinyatakan lulus. Diperkenalkan selama satu hari tentang operasional penggunaan unit mobil yang akan dibawa,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto pada Jumat (8/5).
Sejak diterima bekerja, lebih kurang 3 hari dia sudah membawa salah satu unit taksi listrik Green SM. Kepada penyidik, Richard mengaku sama sekali tidak tahu penyebab taksi listrik itu mati mesin di atas perlintasan sebidang Jalan Ampera, Bekasi Timur.
Baca Juga:Terlibat Sindikat Joki UTBK Surabaya, 2 ASN Diduga Jual Blangko e-KTP Rp 50 Ribu per Lembar
”Pada saat dibawa, itu kendaraan mati di perlintasan sebidang jalur kereta api. Pada saat sopir ingin keluar membuka pintu, tetapi tidak bisa. Transmisi berpindah ke parkir. Pada saat yang bersangkutan mencoba untuk mematikan kendaraan, membuka, baru bisa menurunkan kaca mobil dari taksi online,” jelas Budi.
Peristiwa itu terjadi hanya beberapa saat sebelum taksi listrik Green SM tertemper KRL, terseret beberapa meter, hingga hancur. Beruntung nyawa Richard bisa diselamatkan. Jika kaca mobil tidak bisa diturunkan, dia sudah pasti ikut tertemper oleh KRL tersebut.
”Sopir itu bisa keluar, selamat dari kendaraan itu dibantu oleh warga sekitar melalui jendela mobil bagian sopir,” ucap Budi.
Perwira menengah Polri dengan tiga kembang di pundak itu pun mengungkapkan bahwa sampai saat ini penyidik masih melakukan pendalaman atas kecelakaan tersebut. Penyebab mesin kendaraan mati di tengah perlintasan sebidang masih dicari tahu.
”Itu masih didalami. Apakah ini dampak pengaruh dari medan magnet, medan listrik terhadap kendaraan mobil taksi online. Itu masih didalami oleh Puslabfor, begitu juga masih didalami oleh KNKT secara paralel. Tim ini masih bekerja untuk mendalami,” ujarnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
