
Anggota Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina. (Istimewa)
JawaPos.com - Anggota Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina mengecam keras kasus kekerasan terhadap anak-anak di sebuah daycare atau tempat penitipan dan pengasuhan anak di kawasan Umbulharjo, Jogjakarta. Ia mendesak aparat penegak hukum menjatuhkan sanksi maksimal kepada pelaku, sekaligus meminta pemerintah daerah segera mencabut izin operasional tempat tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah terungkapnya perlakuan tidak manusiawi terhadap anak-anak. Korban disebut mengalami berbagai bentuk kekerasan, mulai dari diikat tangan dan kaki, tidak diberi makan dan minum secara layak, hingga dibiarkan tidur tanpa alas dengan hanya mengenakan popok.
“Kami mengecam keras kekerasan di daycare Yogyakarta. Ini perbuatan tidak manusiawi dan tidak bisa ditoleransi. Pelaku harus dihukum tegas, termasuk pencabutan izin operasional agar tidak ada korban lagi di masa depan,” kata Arzeti, Minggu (26/4).
Politikus Fraksi PKB tersebut juga meminta kepolisian mengusut kasus ini secara tuntas, transparan, dan tanpa kompromi. Ia menegaskan, keadilan bagi korban dan orang tua harus menjadi prioritas utama dalam proses hukum.
Baca Juga:Sudah Jerat 13 Orang, Polisi Buka Peluang Tetapkan Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha
Arzeti mengingatkan, kekerasan pada anak usia dini berpotensi menimbulkan trauma mendalam yang berdampak jangka panjang pada tumbuh kembang mereka. Dampak psikologis seperti rasa takut berlebihan, gangguan tidur, hingga menurunnya kepercayaan diri dapat menghambat perkembangan emosional dan kognitif anak.
Ia menekankan pentingnya pendampingan intensif oleh tenaga profesional, seperti psikolog atau konselor anak, guna membantu pemulihan trauma. Selain itu, peran orang tua dinilai sangat penting dalam mengembalikan rasa aman anak setelah mengalami kejadian tersebut.
Sebagai anggota Komisi IX yang membidangi kesehatan dan perlindungan anak, Arzeti menilai kasus ini harus menjadi peringatan serius bagi pengawasan daycare di seluruh Indonesia. Ia mendesak pemerintah dan lembaga terkait untuk mengevaluasi standar operasional prosedur (SOP) serta memperketat pengawasan.
“Negara harus hadir memastikan perlindungan maksimal bagi anak-anak dari segala bentuk kekerasan. Setiap tempat penitipan anak harus menjadi lingkungan yang aman, sehat, dan penuh kasih sayang,” pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022