
Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook dengan terdakwa Nadiem Anwar Makarim, mantan Mendikbudristek. Sidang tersebut berlangsung virtual dan saksi diperiksa via Zoom Meeting. (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)
JawaPos.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) sempat menolak kesaksian 3 eksekutif google yang dihadirkan oleh terdakwa Nadiem Anwar Makarim. Namun, majelis hakim tetap mengizinkan mereka untuk bersaksi.
para eksekutif Google itu bersaksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi Chromebook di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat (Jakpus) hari ini (20/4).
Atas keputusan itu, Nadiem menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada majelis hakim. Sebab, ketiga saksi tersebut dinilai sangat penting oleh Nadiem.
Bahkan mantan menteri pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi (mendikbudristek) tersebut mengungkapkan bahwa keterangan para saksi yang meringankan itu telah menunjukkan beberapa hal substansial.
”Kami sempat sangat khawatir karena JPU tadinya menolak kesaksian 3 eksekutif Google yang hari ini bersaksi. Tapi, alhamdulillah, hakim akhirnya memutuskan untuk kesaksian tetap berlanjut. Jadi, saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya bahwa majelis hakim telah memberikan kesempatan 3 eksekutif Google ini melakukan kesaksian,” kata Nadiem kepada awak media.
Ketiga saksi yang dihadirkan oleh pihak Nadiem terdiri atas Scott Beaumont. Dia merupakan eksekutif Google yang bertugas sebagai Presiden Asia Pasifik saat pengadaan Chromebook berlangsung.
Saksi kedua dan ketiga bernama William Florence dan Caesar Sengupta. Keduanya juga perwakilan dari Google yang mengetahui proyek tersebut.
Menurut Nadiem, kesaksian mereka dalam sidang yang berlangsung secara dalam jaringan (daring) hari ini telah menunjukkan secara terang-benderang.
Bahwa dalam 2 kali pertemuan para perwakilan Google itu dengan dirinya, tidak ada kesepakatan dalam bentuk apapun. Mereka tidak bersepakat soal pengadaan Chromebook dalam 2 pertemuan tersebut.
”Bahkan saksi dalam meeting itu menyatakan bahwa mereka keluar (justru) pesimis. Kenapa pesimis, karena saya dan tim kementerian banyak mengajukan pertanyaan dan sangat kritis dalam diskusi itu. Jadi, keluar dari meeting itu mereka mengira bahwa probabilitas akan Chrome itu dipilih rendah,” ujarnya.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
