Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya. (Miftahul Hayat/Jawa Pos).
JawaPos.com - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) memprotes rencana sidang kasus penyiraman air keras Andrie Yunus, yang akan digelar di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, pada Rabu (9/4). KontraS menolak proses hukum tersebut berjalan di pengadilan militer.
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menegaskan pihaknya tidak percaya terhadap pengadilan militer. Menurutnya, proses hukum tersebut tidak akan tuntas jika diproses melalui peradilan militer.
"Sudah berulang kali menyampaikan bahwa kita tidak percaya dengan forum peradilan militer," kata Dimas di Jakarta, Jumat (17/4).
Dimas khawatir, proses hukum yang akan diadili di persidangan militer tidak akan mengungkap aktor intelektual dari kasus penyiraman air keras Andrie Yunus. Bahkan, motif dari kasus tersebut juga dikhawatirkan tidak akan terungkap.
"Kalau kita lihat kemarin pernyataan dari pihak TNI yang menyampaikan bahwa motifnya adalah dendam pribadi, ini mengingatkan kita pada kasusnya Bang Novel (Baswedan) 2017 silam. Di mana pelaku waktu itu juga menyampaikan bahwa alasan atau motif penyerangannya adalah dendam pribadi juga," ujarnya.
Ia menduga, kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus sengaja untuk dilokalisir agar pelakunya hanya empat anggota TNI. Sebab, temuan Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) pelakunya sebanyak 16 orang.
"Apa kabar dengan proses-proses kepada orang-orang yang kami identifikasi ini? Apakah itu juga akan dijadikan fakta persidangan di Peradilan Militer? Saya rasa tidak," tegasnya.
Oleh karena itu, KontraS memastikan tidak akan hadir dalam sidang kasus penyiraman Andrie Yunus di peradilan militer.
"Jadi untuk itu, kami menyikapi bahwa tanggal 29 nanti sidang pertama, pihak kami tidak akan datang. Kami menolak penuh bagaimana kemudian proses yang berjalan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta," pungkasnya.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
