
Tangkapan layar CCTV detik-detik aktivis KontraS Andrie Yunus disiram air keras di Salemba, Jakarta Pusat. (Istimewa)
JawaPos.com - Dokter spesialis mata dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Faraby Martha, mengungkap dampak air keras terhadap pasiennya, Andrie Yunus. Wakil Koordinator KontraS tersebut mengalami kerusakan mata kategori berat. Akibatnya, mata kanan Andrie rusak permanen.
Fakta tersebut diungkap oleh Faraby dalam sidang lanjutan perkara penyiraman air keras di Pengadilan Militer II-08 Jakarta pada Rabu (20/5). Dia hadir dalam persidangan tersebut sebagai saksi ahli yang didatangkan oleh oditur militer. Menurut Faraby, kerusakan mata Andrie masuk grade 3.
”Jadi, tingkat keparahan trauma kimia (akibat penyiraman air keras) matanya (Andrie Yunus) itu gradasi 3 dari 4, artinya parah,” kata dia di muka persidangan.
Saat ditanyai oleh oditur militer, Faraby menyatakan bahwa kerusakan mata kanan Andrie bersifat permanen. Sehingga tidak mungkin mata kanan aktivis dan pejuang hak asasi manusia (HAM) tersebut dipulihkan kembali seperti sedia kala. Itu terjadi akibat paparan air keras pada mata kanan Andrie.
Faraby mengungkapkan bahwa yang dilakukan oleh tim dokter RSCM, termasuk dirinya, adalah mempertahankan agar struktur bola mata Andrie tidak semakin rusak. Upaya tersebut terus dilakukan sejak Andrie dibawa ke RSCM pasca disiram air keras pada 12 Maret lalu.
”Fokus pengobatan saat ini adalah mempertahankan struktur anatomi dari bola mata,” ucap Faraby.
Sejatinya agenda persidangan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta hari ini adalah pembacaan tuntutan. Namun, oditur militer memohon kepada majelis hakim untuk menghadirkan tambah saksi. Yakni saksi ahli dari RSCM. Total ada 2 saksi ahli yang dihadirkan. Selain Faraby, oditur militer mendatangkan dokter spesialis bedah plastik, Parintosa Atmodiwirjo.
”Mohon izin Yang Mulia. Memang seyogianya pada hari ini agendanya adalah pembacaan tuntutan. Namun demikian, kami memang masih memerlukan adanya saksi tambahan, khususnya dalam hal pembuktian tuntutan. Kami akan bacakan (tuntutan) setelah kami pemeriksaan saksi-saksi tambahan ini dilaksanakan,” ucap oditur sebelum sidang dimulai.
Dalam persidangan itu, ada 4 orang terdakwa. Mereka adalah personel BAIS TNI atas nama Serda (Mar) Edi Sudarko, Lettu (Mar) Budhi Hariyanto Widhi Cahyono, Kapten (Mar) Nandala Dwi Prasetya, dan Lettu (Pas) Sami Lakka.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ketua Komisi II DPR Usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Tak Hanya Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah
Prediksi Skor Estudiantes vs Flamengo: Panas Menuju Final Copa Libertadores
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante: Granotes Paksa Tuan Rumah Berbagi Poin
Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs Arema FC: Singo Edan Kembali ke Jalur Kemenangan
Prediksi Skor Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga: Lini Pertahanan Rapuh Jadi Ancaman Tuan Rumah
KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules Berkaitan Kasus Suap HGB Summarecon
Prediksi Skor Le Mans vs Toulouse: Duel Seru Tim Papan Bawah Demi Lolos Zona Degradasi
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022