
Dua pria berinisial BHC dan MAK yang diduga sebagai eksekutor penyiraman air keras kepada Aktivis KontraS Andrie Yunus. (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)
JawaPos.com – Aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, diduga melibatkan personel Tentara Nasional Indonesia (TNI). Hal ini setelah Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI mengungkap adanya empat terduga pelaku berinisial NDP, SL, BHW, dan ES yang diketahui merupakan anggota Denma Bais TNI.
Sejumlah pihak pun mendesak agar para pelaku tetap diadili melalui peradilan umum, bukan peradilan militer.
Pakar hukum pidana, Ahmad Sofyan, menegaskan bahwa prinsip negara hukum menjamin setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum tanpa pengecualian.
“Tidak boleh ada yang kebal hukum. Kasus ini harus dibawa ke peradilan umum, bukan peradilan militer,” kata Ahmad Sofyan dalam diskusi publik yang digelar Indonesia Youth Congress (IYC), Selasa (31/3).
Ia menilai, peristiwa penyiraman terhadap Andrie Yunus dapat dikategorikan sebagai percobaan pembunuhan berencana. Oleh karena itu, aparat penegak hukum diminta tidak hanya mengusut pelaku di lapangan, tetapi juga pihak yang diduga memberi perintah.
“Dugaan pembunuhan berencana terhadap Andrie Yunus ini bukan saja pendapat saya, melainkan juga pandangan kalangan pakar dan ahli hukum pidana,” tegasnya.
Sofyan juga menyoroti pentingnya reformasi sektor militer, termasuk melalui revisi Undang-Undang TNI, guna memastikan tidak ada imunitas dalam proses hukum. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memperkuat supremasi hukum dan akuntabilitas institusi negara dalam sistem demokrasi.
Dalam kesempatan yang sama, analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun, menyoroti relasi sipil-militer sejak era Orde Baru hingga pascareformasi. Ia menilai, terdapat gejala menguatnya militerisme di ruang sipil dalam beberapa tahun terakhir yang berpotensi mengganggu demokrasi.
Ubedilah menegaskan, Andrie Yunus dan KontraS merupakan bagian penting dari masyarakat sipil yang konsisten menyuarakan isu hak asasi manusia (HAM) serta reformasi sektor keamanan.
Baca Juga:YLBHI Minta Negara Tak Normalisasi Teror Aktivis, Termasuk Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Ia juga menyebut, penyerangan terhadap Andrie terjadi setelah aktivitas advokasi publik, termasuk diskusi dan podcast di kantor YLBHI yang membahas isu remiliterisasi.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
