
Koalisi Masyarakat Sipil menggelar aksi doa bersama di depan kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (17/3) malam. (Istimewa)
JawaPos.com - Koalisi Masyarakat Sipil menggelar aksi doa bersama di depan kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (17/3) malam. Mereka berkumpul untuk menyuarakan agar aksi penyerangan terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus dapat ditangkap dan diadili secara hukum.
Mantan Koordinator KontraS, Fatia Maulidiyanti, menyesalkan sikap pembungkaman terhadap aktivisi yang justru dilakukan dengan penyiraman air keras. Menurutnya, aksi penyerangan terhadap Andrie terjadi secara terstruktur.
"Bahwa penegakan hukum seharusnya dilakukan dengan prinsip kesetaraan di hadapan hukum (equality before the law). Namun, dalam kasus ini, kami melihat adanya pola di mana instrumen hukum justru digunakan untuk membungkam kritik dan suara-suara kritis masyarakat," kata Fatia saat menyampaikan orasi.
Fatia menegaskan, suara kritis rakyat yang disampaikan dalam berbagai aktivitas,
baik dalam riset maupun diskusi publik merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai warga negara. Hal itu dilakukan untuk memastikan adanya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya alam, serta kebijakan publik.
"Hal ini seharusnya dilindungi oleh konstitusi sebagai bagian dari kebebasan berekspresi dan berpendapat," tegasnya.
Ia menegaskan, upaya mengkriminalisasi aktivis dengan menggunakan pasal-pasal pencemaran nama baik atau Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) tidak hanya merugikan rakyat, tetapi juga memberikan efek gentar bagi seluruh elemen masyarakat sipil di Indonesia.
"Jika setiap kritik dianggap sebagai serangan terhadap nama baik pejabat, maka ruang demokrasi kita akan semakin menyempit," sesalnya.
Baca Juga:Jadwal Imsakiyah Ramadhan Hari ke-28: Panduan Waktu Ibadah untuk 18 Maret 2026 di Wilayah Bali
Karena itu, Fatia mendesak agar aktor lapangan dan intelektual dari penyerangan terhadap Andrie Yunus dapat segera ditangkap.
"Kami percaya bahwa kebenaran atas data dan fakta yang telah dipaparkan akan teruji dengan sendirinya. Kami menuntut agar proses hukum dijalankan secara adil, transparan, dan tidak memihak pada kepentingan kekuasaan tertentu," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum KASBI, Nining Elitos, mengecam tindakan teror yang menyasar Andrie Yunus. Ia menyesalkan, sikap kritis terhadap setiap kebijakan negara justru dibalas dengan penyerangan teror.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026: Momentum Garuda Kunci Tiket Semifinal!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Eks Wakil Kepala PPATK: Ada Pola 'Placement' untuk Hilangkan Jejak di Kasus Korupsi dan TPPU Febrie
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
