
Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid. (Jawa Pos)
JawaPos.com - Penyiraman air keras terhadap wakil koordinator KontraS Andrie Yunus bukan pertama kali dialami oleh organisasi hak asasi manusia tersebut. Sejak pertama kali berdiri pada 1998, aktivis KontraS sudah berulang mendapatkan teror. Salah satu yang paling diingat adalah pembunuhan terhadap Munir Said Thalib pada 2004 silam.
Direktur Eksekutif Amnesty International Usman Hamid adalah salah seorang aktivis yang pernah menjadi koordinator KontraS. Dia menyampaikan bahwa KontraS tidak pernah mundur selangkah pun meski berulang kali menerima teror. Dia menyebut, sejak 1998 hampir setiap tahun ada teror yang datang kepada KontraS dan aktivis di dalamnya.
”Dari tahun 98, tahun 99, 2000, hampir setiap tahun kantor kami diserang, dibom. Beberapa staf kami di Timor Leste mati, kantor kami di Aceh dibom, rumah Munir dibom, dan puncaknya adalah Munir dibunuh,” kata dia dalam konferensi pers di Jakarta pada Jumat (13/3).
Menurut Usman, rasa takut akan teror-teror itu sudah dikubur dalam-dalam. Dia menyatakan bahwa setelah Munir dibunuh, berkali-kali kantor KontraS diserang. Namun demikian, alih-alih menghentikan kerja-kerjanya, para aktivis KontraS justrus terus bekerja lebih baik. Itu dilakukan semata-mata karena mereka menginginkan Indonesia yang lebih baik.
”Munir dibunuh, kantor diserang berkali-kali tidak pernah menghentikan langkah aktivis KontraS untuk bekerja dengan lebih baik lagi demi Indonesia yang lebih baik, demi Indonesia yang mencintai manusia,” ucap Usman.
Karena itu, kepada para pelaku yang menyiramkan air keras ke tubuh Andrie, Usman menyatakan bahwa mereka adalah pengecut. Dia memastikan, serangan terhadap Andrie tidak menyurutkan kerja-kerja KontraS. Selain itu, dia meminta negara melalui aparat penegak hukum mengusut tuntas peristiwa yang dialami oleh Andrie.
”Jadi, sekali lagi, kami mengutuk keras dan kami mengecam negara yang berkali-kali tidak becus di dalam mengusut segala bentuk teror terhadap para aktivis, para akademisi, dan juga para warg, termasuk influencer yang bersuara kritis,” tegasnya.
Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya juga menegaskan bahwa KontraS sudah hidup selama 28 tahun sejak 20 Maret 1998. Organisasi tersebut sudah melalui perjalanan panjang. Berbagai ancaman dan teror yang datang tidak pernah menghentikan langkah KontraS, termasuk serangan air keras terhadap Andrie Yunus.
”Tahun ini, ini ancaman bukan cuma untuk KontraS, tapi untuk kita semua. Teman-teman pers, teman-teman mahasiswa, teman-teman buruh, teman-teman pelajar, teman-teman semuanya yang selalu tidak pernah lelah memperjuangkan demokrasi,” kata dia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
