Harga bahan pokok di Surabaya menjelang Ramadhan stabil, warga diimbau tidak punic buying. (Pemkot Surabaya).
JawaPos.com — Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan (Satgas Saber Pangan) mencatat 350 pelanggaran selama 3 pekan pengawasan dari 5-25 Februari 2026. Dari jumlah tersebut, 4 perkara diproses secara hukum.
Hal itu disampaikan Kasatgas Pangan Pusat Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho dalam Rapat Analisis dan Evaluasi (Anev) di Jakarta. Pengawasan dilakukan di 28.270 titik pelaku usaha.
Dari total 28.270 titik pemantauan, sebanyak 18.864 merupakan pedagang atau pengecer dan 4.413 ritel modern. Satgas juga melakukan 2.461 pengecekan ke distributor atau produsen, 898 koordinasi pengisian stok kosong, serta 35 pengambilan sampel uji laboratorium.
Hasil pemantauan satgas mengeluarkan 350 surat teguran, 1 rekomendasi pencabutan izin usaha, 3 rekomendasi pencabutan izin edar, dan 4 penegakan hukum.
"Di harga beras premium tolong dipertahankan harga yang stabil sesuai dengan HET ini. (Zona 1) yang menjadi zona DKI Jakarta. Dalam penindakan selalu utamakan sesuai prosedur sesuai dengan aturan yang diatur,” ujar Zain, Senin (2/3).
Ia juga menyebut peningkatan intensitas pengawasan sebagai bentuk kehadiran negara. Dengan begitu diharapkan proses pengawasan berjalan maksimal.
“Apa yang rekan-rekan lakukan ini sebagai salah satu simbol pemerintah hadir di tengah masyarakat. Kegiatan yang sudah kita lakukan itu terjadi peningkatan dalam pengecekan, bagus karena terlihat pemerintah serius menanggapi hal ini,” tegasnya.
Di tempat sama, Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy meminta jajaran Satgas Saber Pangan konsisten menjaga stabilitas harga selama hari besar keagamaan nasional.
“Dalam rangka Ramadan dan Idul Fitri, harapannya untuk bisa melaksanakan tugas menstabilkan harga di seluruh Indonesia. Tidak ada gejolak harga," kata Sarwo.
Ia menegaskan pemantauan dilakukan menyeluruh, baik di pasar tradisional maupun ritel modern, serta menelusuri rantai distribusi bila ditemukan harga di atas HET atau HAP.
“Misal harga daging Rp 145.000 kita negosiasi. Caranya jangan langsung kita pindah, bisa saja mereka punya cara mengurangi nilai harganya dengan pembeli disuruh beli 2 kg baru bisa harganya menjadi Rp 140.000. Dalam hal ini perihal daging yang mungkin harganya tinggi itu ditelusuri sampai ke RPH-nya,” tandasnya.
Secara umum, sejumlah komoditas menunjukkan tren penurunan harga meski sebagian masih berada di atas HET atau HAP, diantaranya Minyakita, bawang merah, telur ayam ras, dan daging ayam ras. Satgas menyatakan pengawasan akan terus diperkuat hingga April 2026 guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan selama HBKN 2026.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022