Ilustrasi perang sarung. (AI)
JawaPos.com - Kepolisian Resor (Polres) Sumedang, Jawa Barat, berhasil menggagalkan rencana tawuran berkedok perang sarung yang akan dilakukan sekelompok pemuda di kawasan Sawah Pojom, Jalan Naluk pada Minggu (22/2) dini hari. Usai menggagalkan upaya tawuran, polisi mengamankan sepuluh pemuda beserta barang bukti dalam upaya pencegahan tersebut.
“Langkah ini merupakan bagian dari rangkaian patroli di bulan Ramadhan. Polisi mengamankan sepuluh pemuda beserta barang bukti, antara lain delapan sarung berisi batu dalam perang sarung tersebut,” ujar Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika, dilansir dari Antara, Minggu (22/2).
Dirinya menjelaskan bahwa pihaknya telah mengamankan sejumlah barang bukti lain, antara lain satu penggaris pendek dan satu penggaris panjang yang ditajamkan, satu golok, serta tujuh kendaraan roda dua.
Ia menyebut seluruh pemuda telah dibawa ke Mako Polres Sumedang untuk pendataan, pembinaan, dan pemanggilan orang tua sebelum diserahkan kembali ke keluarga.
Sementara itu, dirinya juga menjelaskan bahwa pihaknya senantiasa melakukan upaya kombinasi patroli preventif dan edukatif di bulan Ramadhan guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Kabupaten Sumedang.
Ia juga menambahkan, Kegiatan patroli rutin yang dipimpin Kasat Lantas AKP Agus Sukaerdi Suryana dilaksanakan pukul 21.30 WIB dengan fokus pada patroli edukasi, pembatasan jam malam bagi peserta didik, penanggulangan premanisme, pemberantasan narkoba, serta pencegahan curat, curas, dan curanmor (C3).
Selain patroli rutin, Polres Sumedang juga menggelar patroli dialogis ngabuburit pukul 16.00 WIB melalui Sat Samapta untuk memberikan imbauan kamtibmas secara humanis kepada masyarakat yang beraktivitas sore hari.
Kapolres Mahardika menambahkan bahwa menjaga kondusif wilayah bukan hanya tanggung jawab kepolisian semata, melainkan harus melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga wilayah kondusif. Sinergisitas antara kepolisian, orang tua, sekolah, dan masyarakat sangat penting dalam mencegah kenakalan remaja dan gangguan kamtibmas.” tutupnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
