JawaPos.com - Polres Sumedang menggelar kegiatan masak besar bersama masyarakat. Dalam kegiatan ini juga dibagikan ribuan cup kolak Ubi Cilembu yang berhasil Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Acara masak ini turut menggandeng Bobon Santoso. Acara diawali dengan Tari Penyambutan bernuansa musik etnik, dilanjutkan pembukaan, doa serta menyanyikan Lagu Indonesia Raya.
Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk sinergitas Polri dengan masyarakat. Selain itu, negara juga ingin mendukung potensi lokal Kabupaten Sumedang, khususnya komoditas unggulan Ubi Cilembu.
“Kegiatan masak besar ini bukan sekadar seremoni, tetapi wujud nyata kebersamaan Polri dengan masyarakat. Kami ingin mengangkat potensi lokal Ubi Cilembu sebagai kebanggaan Kabupaten Sumedang sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan. Raihan tiga Rekor MURI ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat," kata Sandityo, Kamis (19/2).
Sementara itu, Bobon Santoso menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan sosial ini. Menurutnya, penting membangun kebersamaan dengan masyarakat.
“Saya sangat bangga bisa terlibat dalam kegiatan luar biasa ini. Antusiasme masyarakat dan personel Polres Sumedang luar biasa. Ini bukan hanya soal memasak, tetapi tentang kebersamaan, berbagi dan membangun semangat positif untuk daerah," kata Bobon.
Momentum tersebut semakin istimewa dengan penyerahan donasi kemanusiaan untuk Sumatera dari Kapolres Sumedang kepada Ketua Baznas Kabupaten Sumedang sebagai bentuk kepedulian sosial Polres Sumedang terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Pada kesempatan tersebut, Polres Sumedang resmi menerima tiga Rekor MURI, yaitu rekor penanaman Ubi Cilembu dalam polybag sebanyak 18.000 tanaman, rekor pembuatan kolak Ubi Cilembu sebanyak 4.050 cup, dan rekor pembagian paket tanam Ubi Cilembu sebanyak 4.000 paket.
Kegiatan dilanjutkan dengan prosesi masak besar selama kurang lebih 2,5 jam bersama Bobon Santoso. Setelah proses memasak, dilakukan pengepakan 4.050 cup kolak Ubi Cilembu selama 1,5 jam yang melibatkan relawan dan personel.
Selanjutnya, pembagian makanan dilakukan secara simbolis bersamaan dengan penyerahan bibit Ubi Cilembu kepada undangan dan masyarakat sekitar sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi lokal.