
Eks Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dihadirkan sebagai saksi dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat (27/1).
JawaPos.com - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungkapkan bahwa PT Pertamina (Persero) mencatatkan keuntungan terbesar sepanjang sejarah, melalui terobosan aplikasi MyPertamina saat dirinya menjabat sebagai Komisaris Utama periode 2019–2024. Puncak laba terjadi pada 2023 dengan nilai mencapai USD 4,7 miliar.
“Di masa kami, Pertamina mencapai keuntungan terbesar sepanjang sejarahnya. Setiap tahun naik, puncaknya pada 2023 sebesar USD 4,7 miliar. Itu bisa kami laporkan sebagai keuntungan setahun,” kata Ahok saat bersaksi dalam sidang kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (27/1).
Ahok menegaskan, fungsi pengawasan Dewan Komisaris berjalan sangat ketat selama masa kepemimpinannya. Pengawasan dilakukan melalui komite audit serta pemantauan berbasis sistem digital.
Menurutnya, sistem tersebut berkontribusi besar terhadap capaian kinerja keuangan terbaik Pertamina sejak perusahaan pelat merah itu didirikan.
Dalam kesaksiannya, Ahok menyinggung istilah “anak muda” yang disematkan kepada sejumlah terdakwa, yakni Riva Siahaan, Maya Kusmaya, dan Edward Corne. Mereka dinilai memiliki kapasitas membangun ekosistem digital Pertamina melalui aplikasi MyPertamina.
Menurut Ahok, para terdakwa merupakan sosok-sosok cerdas yang memahami arah transformasi digital Pertamina. Namun demikian, ia mengaku kecewa karena usulannya untuk mengubah skema subsidi energi melalui voucher digital berbasis MyPertamina tidak mendapat persetujuan pemerintah.
Ahok menilai, perubahan skema subsidi dari subsidi barang menjadi subsidi langsung dalam bentuk voucher digital berpotensi menghemat anggaran negara secara signifikan, sekaligus meningkatkan keuntungan Pertamina.
“Kalau subsidi tidak dalam bentuk barang, tapi voucher digital, dan anak-anak muda ini sudah membuat kartu MyPertamina, itu bisa menjadi keuntungan luar biasa. Tapi kesultanan entah tidak mengizinkan kami melakukan terobosan itu,” ujar Ahok.
Dalam perkara ini, Ahok dihadirkan jaksa penuntut umum sebagai saksi untuk sembilan terdakwa kasus dugaan korupsi tata kelola minyak dan produk kilang Pertamina.
Para terdakwa tersebut antara lain, Beneficial Owner PT Orbit Terminal Merak, Muhamad Kerry Adrianto Riza; Direktur Utama PT Pertamina International Shipping, Yoki Firnandi; serta VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional, Agus Purwono.
Selain itu, terdakwa lainnya yakni Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan; Direktur Feedstock and Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional, Sani Dinar Saifuddin; Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga, Maya Kusmaya; serta VP Trading Operations PT Pertamina Patra Niaga, Edward Corne. Mereka didakwa merugikan keuangan negara sebesar Rp 285,1 triliun.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
