
Pandji Pragiwaksono
JawaPos.com - Panggung komedi Pandji Pragiwaksono kini berbuntut panjang. Advokat Persaudaraan Islam (API) DPD Front Persaudaraan Islam (FPI) DKI Jakarta melayangkan tuntutan keras terhadap komika tersebut terkait materi dalam acara stand up comedy bertajuk Mens Rea.
Ketua API DKI Jakarta Irvan Ardiansyah menegaskan, kebebasan berekspresi di atas panggung hiburan tidak serta-merta membuat seseorang kebal hukum. Pihaknya menilai ada unsur penodaan agama dalam materi yang dibawakan Pandji terkait Salat.
Pihak API menyatakan bahwa kritik atau candaan yang menyentuh ranah ibadah memiliki konsekuensi hukum serius.
"Kami menegaskan bahwa comedy bukanlah zona imunitas hukum, dan panggung hiburan tidak menghapus pertanggungjawaban pidana," ujar Irvan Ardiansyah, Kamis (15/1).
Poin utama yang dipersoalkan adalah pernyataan Pandji yang dianggap mengolok-olok syarat ibadah dan urgensi salat bagi seorang pemimpin. Menurut Irvan, hal tersebut bertentangan dengan dalil-dalil dalam Al-Qur'an.
Tudingan Penistaan Agama dan Pasal Berlapis
API FPI DKI Jakarta menilai pernyataan Pandji memberikan kesan bahwa salat tidak memiliki kaitan dengan kebaikan karakter seseorang. Hal ini dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap fondasi penting umat Islam.
"Bahwa tindakan yang dilakukan oleh Pandji Pragiwaksono merupakan bentuk penodaan dan/atau penistaan penghinaan agama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300 KUHP UU Nomor 1 Tahun 2023 dan Pasal 28 ayat (2) Jo 45A ayat (2) UU ITE," tegas Irvan.
Lebih lanjut, Irvan menekankan bahwa dalam pandangan Islam, salat adalah instrumen utama untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar, sehingga tidak layak dijadikan bahan olok-olok.
Ancaman Laporan Polisi dan Desakan ke Netflix
Penasehat API FPI DKI Jakarta Aziz Yanuar menambahkan, pihaknya memberikan tenggat waktu 2x24 jam kepada founder Standup Indo Pandji Pragiwaksono untuk merespons keberatan ini. Jika tidak dipenuhi, perkara ini akan dibawa ke jalur hukum.
"Kami menuntut Pandji Pragiwaksono dan semua yang terlibat pada acara tersebut dalam waktu 2x24 jam agar segera melakukan taubatan nasuha memohon ampunan kepada Allah SWT serta melakukan permohonan maaf kepada Umat Islam khususnya," kata Aziz.
Tak hanya menuntut permohonan maaf, pihak FPI juga mendesak pemerintah dan platform streaming Netflix untuk mengambil langkah tegas. Mereka meminta agar bagian yang dianggap menistakan agama segera dihapus atau disensor agar tidak terus beredar di masyarakat.
"Jika Pandji Pragiwaksono, dkk tidak mau bertaubat, kami akan membuat Laporan Kepolisian serta mendesak pihak Kepolisian agar segera menangkap serta menahan pelaku," imbuhnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022