
Anak Riza Chalid Minta Publik Nilai Perkara Dugaan Tata Kelola Minyak Mentah Berdasarkan Fakta Persidangan. (Ridwan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa, Muhammad Kerry Adrianto Riza, meminta masyarakat menilai perkara dugaan tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina yang menjeratnya berdasarkan fakta persidangan, bukan asumsi maupun fitnah.
Pernyataan tersebut disampaikan Kerry melalui surat yang dibacakan kuasa hukumnya, Heru Widodo, dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (13/1).
Dalam suratnya, Kerry menyebut perkara yang menjeratnya telah memasuki sidang ke-14. Ia menegaskan, dari 38 saksi yang telah dihadirkan jaksa penuntut umum ke persidangan, tidak satu pun yang menyatakan dirinya bersalah sebagaimana dakwaan.
“Hari ini adalah sidang ke-14 saya. Dari seluruh persidangan, 38 saksi sudah dipanggil jaksa dan tidak ada satu pun yang menyebut bahwa saya melanggar hukum seperti yang ada di dakwaan,” ujar Heru membacakan pernyataan Kerry.
Kerry menyampaikan surat tersebut melalui kuasa hukumnya lantaran tidak diberi kesempatan oleh kejaksaan untuk menyampaikan keterangan secara langsung kepada awak media.
Putra dari pengusaha Riza Chalid itu mengajak masyarakat untuk mengikuti proses hukum secara menyeluruh dengan menyaksikan jalannya persidangan. Ia menyebut, proses persidangan tersebut diunggah melalui kanal YouTube tim penasihat hukumnya dengan nama akun @Tim Penasehat Hukum Kery Gading Dimas.
“Mari kita membentuk sikap berdasarkan fakta persidangan, bukan fitnah dan informasi yang tidak jelas,” tegasnya.
Lebih lanjut, Heru menutup pembacaan surat itu dengan menyampaikan salam dari kliennya kepada publik. “Terima kasih, salam dari Kerry yang tidak bisa menyampaikan langsung kepada media,” ujar Heru.
Dalam kasusnya, beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa Muhammad Kerry Adrianto Riza (anak Riza Chalid), Komisaris PT Navigator Khatulistiwa sekaligus Komisaris PT Jenggala Maritim Dimas Werhaspati, serta Komisaris PT Jenggala Maritim dan Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak (OTM) Gading Ramadhan Joedo didakwa merugikan keuangan negara sebesar Rp 285,1 triliun.
Jaksa merinci sejumlah perbuatan yang diduga merugikan negara, salah satunya kerja sama penyewaan Terminal BBM Merak antara perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan Kerry, yakni PT Jenggala Maritim dan PT Orbit Terminal Merak (OTM).
Jaksa menyebut, kerja sama penyewaan Terminal BBM Merak dilakukan dengan PT Pertamina Patra Niaga, meskipun saat itu Pertamina disebut belum membutuhkan terminal BBM tambahan. Nilai kerugian dari kerja sama ini ditaksir mencapai Rp 2,9 triliun.
Muhamad Kerry Adrianto Riza bersama terdakwa lain didakwa melanggar Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
