Ekspresi Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim saat menjalani pelimpahan tahap dua, yakni penyerahan tersangka dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU). (Istimewa)
JawaPos.com-Perkembangan kasus hukum yang menjerat mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim kini menarik perhatian publik internasional.
Salah satu suara yang cukup lantang datang dari Tom Wright, jurnalis investigasi global dan penulis buku Billion Dollar Whale, yang menilai perkara ini melampaui urusan hukum domestik dan berpotensi memengaruhi hubungan Indonesia dengan perusahaan teknologi dunia, khususnya Google.
Dalam sejumlah pandangannya, Wright menilai kasus ini berada di persimpangan sensitif antara penegakan hukum, iklim investasi, dan dinamika politik nasional. Ia menyoroti dugaan adanya intervensi menteri dalam pengadaan teknologi pendidikan yang dikaitkan dengan ekosistem bisnis tertentu.
Namun, menurut Wright, relasi bisnis yang disorot aparat penegak hukum perlu dilihat secara proporsional dalam konteks praktik global.
Investasi Teknologi: Lazim atau Bermasalah?
Wright membandingkan investasi Google di Gojek dengan pola serupa yang lazim dilakukan perusahaan teknologi global lainnya. Menurutnya, keterlibatan Google, Sequoia Capital, hingga Facebook di Gojek merupakan bentuk kepercayaan terhadap potensi ekonomi digital Indonesia, bukan anomali yang otomatis mengarah pada konflik kepentingan.
“Dalam narasi global, investasi pada perusahaan rintisan berstatus unicorn adalah taruhan bisnis yang wajar, terutama di kawasan Asia Tenggara yang tumbuh cepat,” tulis Wright dalam keterangannya.
Ia menilai penanaman modal semacam itu tidak bisa serta-merta dimaknai sebagai upaya memengaruhi kebijakan atau pengadaan pemerintah.
Karena itu, ketika praktik bisnis yang lazim di tingkat global kemudian ditafsirkan sebagai dugaan korupsi, Wright menilai muncul preseden yang patut dicermati. Ia mengingatkan dampak jangka panjangnya terhadap minat profesional sektor swasta untuk terlibat dalam pemerintahan.
Wright bahkan mengutip respons publik di media sosial internasional yang mempertanyakan pesan apa yang ingin disampaikan Indonesia kepada generasi profesional muda. “Apa contoh yang ingin ditunjukkan kepada orang-orang yang meninggalkan dunia usaha demi mengabdi di pemerintahan?” tulis seorang pembaca yang dikutip Wright.
Isu ini dinilai krusial di tengah upaya Indonesia mendorong kolaborasi antara negara dan sektor swasta, terutama dalam percepatan transformasi digital dan reformasi birokrasi.
Sikap Google: Diam yang Diperhitungkan
Di sisi lain, Google sejauh ini memilih bersikap hati-hati. Perusahaan teknologi raksasa itu menyatakan tidak dapat berkomentar atas proses hukum yang sedang berjalan, sembari menegaskan komitmen untuk mematuhi seluruh peraturan yang berlaku di Indonesia.
Wright menyebut sikap tersebut sebagai respons korporasi yang 'sangat standar'. Namun, ia mempertanyakan sejauh mana strategi diam ini bisa dipertahankan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022