Dugaan Korupsi Kolam Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kejari Pamerkan Uang Sitaan Rp 70 Miliar. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kasus dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pemeliharaan dan pengerukan kolam Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya oleh PT Pelindo Regional 3 bersama PT Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS), memasuki babak baru.
Melalui konferensi pers hari ini, Rabu (5/11), Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak, Surabaya memamerkan uang sitaan senilai Rp 70 miliar yang diduga berasal dari kasus yang terjadi pada tahun 2023-2024 tersebut.
Kepala Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, Ricky Setiawan Anas mengatakan bahwa penyitaan uang adalah bagian dari proses pembuktian dan upaya pemulihan kerugian keuangan negara (asset recovery).
"Tim penyidik telah melakukan penyitaan terhadap uang tunai Rp 70 miliar. Uang ini nantinya diajukan dalam persidangan sebagai barang bukti dan sebagai bentuk pelaksanaan keadilan restoratif," ujar Ricky, Rabu (5/11).
Uang sitaan Rp 70 miliar itu, kata Ricky, sementara disimpan di Rekening Penampungan Lainnya (RPL) Kejaksaan RI melalui bank BUMN rekanan, sembari menunggu putusan pengadilan yang berstatus hukum tetap.
"Nanti berdasarkan putusan pengadilan, akan ditentukan secara pasti berapa nilai kerugian negara dan berapa uang pengganti yang harus dibayarkan para terdakwa," tutur Ricky menambahkan.
Ia menekankan bahwa penanganan kasus ini berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan sejalan dengan arahan Jaksa Agung dalam Rencana Aksi (Renaksi) Program Prioritas Nasional. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Kejaksaan dalam mendukung visi Presiden Prabowo Subianto, yakni memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pemberantasan korupsi dan narkoba.
"Selain melakukan penindakan, Kejaksaan juga berkewajiban membantu PT Pelindo Regional 3 dalam memperbaiki tata kelola perusahaan agar sesuai dengan prinsip Good Corporate Governance," terangnya.
Ricky menambahkan, Kejari Tanjung Perak akan terus mengawal dan memastikan agar proyek-proyek strategis, seperti pengerukan dan pemeliharaan kolam Pelabuhan Tanjung Perak, tidak menimbulkan potensi kerugian negara. "Proses hukum akan terus berjalan. Pengembalian uang tidak menghentikan proses pidana. Kami tetap akan menuntaskan perkara ini sesuai aturan yang berlaku," pungkas Kajari Tanjung Perak Surabaya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022