
Aktris senior Jajang C Noer hadir ke dalam sidang lanjutan praperadilan mantan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim di PN Jaksel, Kamis (9/10). (Ridwan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Aktris senior Jajang C Noer tampak hadir ke dalam sidang lanjutan praperadilan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Kamis (9/10).
Ia mengaku, kehadirannya ke pengadilan sebagai bentuk solidaritas terhadap Nadiem Makarim yang kini berstatus sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan laptop chromebook yang ditangani Kejaksaan Agung (Kejagung).
"Saya sahabat Nadiem. Sahabat keluarganya Nadiem. Karena dia orang yang baik sekali kan," kata Jajang saat hadir ke PN Jaksel.
Ia menjelaskan, Nadiem terlahir dari keluarga terhormat. Ia meyakini, keluarga Nadiem mempunyai integritas yang tinggi bagi negara.
"Dia datang dari keluarga terhormat, dan mereka selalu memikirkan negara. Nah, Nadiem begitulah. Jadi saya mau mensupport Nadiem," ujarnya.
Karena itu, ia merasa kaget saat mendengar kabar bahwa Nadiem tersandung kasus korupsi pengadaan laptop chromebook saat menjabat sebagai Mendikbudristek.
"Kaget, kaget. Saya sedih. Sangat menyedihkan, karena dia orang baik. Pintar, baik, dan otaknya buat Indonesia selalu," ucapnya.
Lebih lanjut, Jajang berharap bahwa proses praperadilan yang berlangsung di PN Jaksel dapat berjalan dengan objektif dan memberikan hasil terbaik bagi Nadiem.
"Ya tentu saja harapannya dia lolos (praperadilan). Mudah-mudahan yang bersangkutan, jaksa, hakim, dibantu oleh lawyers itu bisa melihat, bisa sadar bahwa dia orang baik. Bukan hanya pintar, tapi baik," tegasnya.
Dalam sidang lanjutan praperadilan Nadiem Makarim hari ini, tim kuasa hukum menyerahkan bukti tambahan ke hakim tunggal PN Jaksel. Penyerahan bukti tambahan itu turut diperiksa oleh jaksa dan hakim di ruang persidangan.
Adapun, permohonan praperadilan ini dilayangkan setelah Nadiem Anwar Makarim ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung dalam Program Digitalisasi Pendidikan periode 2019–2022. Nadiem terjerat proyek pengadaan 1,2 juta unit laptop untuk sekolah di seluruh Indonesia, khususnya wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), dengan nilai anggaran mencapai Rp 9,3 triliun.
Kejagung menemukan bahwa pengadaan laptop tersebut menggunakan sistem operasi Chrome atau Chromebook. Meski demikian, kebijakan ini dinilai tidak efektif untuk menunjang pembelajaran di daerah 3T yang sebagian besar belum memiliki akses internet memadai.
Selain Nadiem, Kejagung juga menetapkan empat tersangka lainnya. Mereka adalah Mulyatsyah selaku Direktur SMP Kemendikbudristek 2020–2021, Sri Wahyuningsih selaku Direktur SD Kemendikbudristek 2020–2021, mantan staf khusus Mendikbudristek Jurist Tan, serta mantan konsultan teknologi di Kemendikbudristek Ibrahim Arief.
Menurut hasil perhitungan awal, akibat perbuatan para tersangka, negara diduga mengalami kerugian hingga Rp 1,98 triliun. Kerugian itu terdiri dari dugaan penyimpangan pada pengadaan item software berupa Content Delivery Management (CDM) sebesar Rp 480 miliar dan praktik mark up harga laptop yang diperkirakan mencapai Rp 1,5 triliun.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
