
Putra sulung Presiden ke-3 RI B.J. Habibie, Ilham Habibie mengenakan kemeja batik biru saat mendatangi markas KPK di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (3/9). (Istimewa)
JawaPos.com - Putra sulung Presiden ke-3 RI B.J. Habibie, Ilham Akbar Habibie, mengaku telah mengembalikan uang hasil korupsi Bank bjb yang digunakan mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) untuk membeli mobil klasik peninggalan sang ayah, Mercedes Benz 280 SL. Diduga mobil itu dibeli Ridwan Kamil seharga Rp 2,6 miliar, dengan cara dicicil.
Dengan adanya pengembalian uang, Ilham memastikan mobil warisan peninggalan sang ayah akan kembali kepadanya. "Jadi beberapa, dua minggu yang lampau, saya telah serahkan uang kepada KPK yang sesuai dengan permintaan mereka. Selanjutnya ini ada proses pengembalian mobil kepada pihak kami," kata Ilham saat keluar dari Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (30/9).
Ilham menegaskan, kehadirannya kali ini bukan untuk diperiksa sebagai saksi. Ia hanya diminta untuk menandatangani berita acara pengembalian mobil yang sebelumnya disita penyidik dari Ridwan Kamil.
"Hari ini saya dipanggil untuk menandatangani berita acara terkait dengan proses pengembalian mobil," ujarnya.
Namun, Ilham enggan menyebutkan jumlah uang yang sudah ia serahkan ke KPK. Namun, usai pemeriksaan pada Rabu (3/9) lalu, Ilham sempat mengaku bahwa Ridwan Kamil baru membayarkan Rp 1,3 miliar.
"Saya tidak bisa sebut di sini, nanti dilihat di berita acara mereka," imbuhnya.
Kasus dugaan korupsi Bank BJB ini mencuat setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan penyimpangan dana iklan sebesar Rp 28 miliar. Dalam laporan BPK pada Maret 2024, Bank BJB diduga mengalokasikan anggaran Rp 341 miliar melalui enam perusahaan agensi perantara. Namun, dana yang diterima media disebut jauh lebih kecil dari alokasi.
KPK telah menetapkan lima orang tersangka pada 13 Maret 2025. Mereka di antaranya Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi (YR), Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen Widi Hartoto (WH), serta tiga pengendali agensi iklan, yakni Ikin Asikin Dulmanan (IAD), Suhendrik (SUH), dan Sophan Jaya Kusuma (SJK).
KPK memperkirakan kerugian negara yang ditimbulkan dalam perkara ini mencapai sekitar Rp 222 miliar. Sampai saat ini, KPK masih terus mengembangkan perkara dugaan rasuah tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022