Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 31 Agustus 2025 | 14.46 WIB

Wakapolri: Negara Tidak Boleh Kalah dengan Perusuh yang Merusak Markas Kepolisian

Sejumlah mobil hangus pasca kerusuhan di Mako Brimob di Kwitang, Jakarta, Jumat (29/08/2025). (Hanung Hambara/ Jawa Pos) - Image

Sejumlah mobil hangus pasca kerusuhan di Mako Brimob di Kwitang, Jakarta, Jumat (29/08/2025). (Hanung Hambara/ Jawa Pos)

JawaPos.com - Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Dedi Prasetyo membenarkan adanya arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menindak tegas perusuh, jika menerobos masuk ke markas komando Kepolisian. Hal ini setelah viralnya video Kapolri yang memerintahkan menindak tegas pelaku kerusuhan.

Dedi menekankan, markas Polri adalah simbol negara yang harus dijaga dari segala bentuk ancaman.

“Ya (benar), saya juga perintahkan massa yang menerobos mako Polri harus ditindak tegas dan terukur, karena mako Polri adalah representasi dari negara kita,” kata Komjen Pol Dedi Prasetyo dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu (31/8).

Menurutnya, tindakan anarkis yang merusak fasilitas kepolisian tidak hanya mencederai aparat, tetapi juga merusak wibawa negara. 

“Perusuh harus diambil tindakan tegas,” tegas Dedi.

Dedi juga menegaskan, keruntuhan Polri sama artinya dengan melemahkan negara. Ia mengimbau, sesama anak bangsa seharusnya dapat menjaga keamanan negara.

“Kalau Polri runtuh maka negara akan runtuh. Mari sama-sama kita jaga persatuan dan kesatuan serta kedamaian untuk Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam setiap penanganan aksi massa, Polri tetap berpegang pada prinsip profesionalitas dan proporsionalitas. Namun, jika aksi telah merusak fasilitas vital negara, maka penindakan tegas adalah jalan yang tidak bisa ditawar.

“Negara tidak boleh kalah dengan perusuh yang merusak mako Polri,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, gelombang massa sejak Kamis (28/8) hingga Sabtu (30/8) terus melakukan aksi protes di sejumlah titik objek vital di Jakarta. Bahkan, mereka melakukan aksi perusakan terhadap sejumlah Polsek hingga Polres di Jakarta.

Tak hanya itu, massa juga menjarah sejumlah rumah milik anggota dewan, di antaranya Ahmad Sahroni, Eko Patrio, Uya Kuya, hingga Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Sejumlah fasilitas umum, seperti halte busway di beberapa titik juga ikut menjadi sasaran amuk massa.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore